10 Gejala Tubuh yang Menandai Fase Menopause

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Jurnalsulawesi.com – Fase menopause tentu akan dialami oleh setiap perempuan. Seorang perempuan dianggap memasuki menopause ketika dirinya tidak memiliki siklus menstruasi selama 12 bulan. Hal ini menandakan masa reproduksinya telah berakhir.

Gejala menopause biasanya mulai terjadi beberapa bulan atau bahkan bertahun-tahun sebelum hal itu terjadi. Rata-rata, sebagian besar gejala berlangsung sekira 4 tahun sebelum menstruasi terakhir. Melansir The Sun, Rabu (25/7/2018), inilah tanda-tanda seorang perempuan akan mengalami menopause:

Periode menstruasi tidak teratur
Salah satu tanda terbesar yang mungkin dialami saat menopause adalah menstruasi yang tidak teratur. Siklus menstruasi dikendalikan oleh produksi hormon seks perempuan yaitu estrogen. Ketika produksi mulai menurun, maka periode menstruasi jadi kurang teratur. Periodenya mungkin menjadi lebih panjang atau lebih pendek dari biasanya dan bisa lebih berat atau lebih ringan dari biasanya. Atau bahkan perempuan melewatkan siklus menstruasinya dalam beberapa bulan.

Berat badan
Banyak perempuan mengalami kenaikan berat badan ketika mereka memasuki masa menopause. Tingkat estrogen yang lebih rendah, resistensi insulin, metabolisme yang lebih lambat, dan peningkatan hormon stres kortisol dapat menyebabkan penambahan lemak di tubuh.

Perubahan suasana hati
Ketika hormon berubah, otomatis suasana hati akan mengalami perubahan. Penurunan kadar estrogen dapat menyebabkan iritabilitas. Selain itu, kadar hormon yang menciptakan perasaan baik yaitu seratonin mungkin juga akan turun sehingga menyebabkan perasaan sedih.

Miss V menjadi kering
Efek lain dari penurunan kadar estrogen adalah kekeringan Miss V. Estrogen membuat otot-otot Miss V sehat dan membantu menghasilkan cairan yang membantu lubrikasi saat berhubungan seks. Penurunan itu juga dapat menyebabkan penipisan dinding Miss V yang dapat membuat hubungan seks jadi cukup menyakitkan.

Kehilangan gairah seksual
Di masa menopause, gairah untuk melakukan hubungan seksual menjadi berkurang. Penyebabnya tentu saja karena perubahan hormonal. Gairah seksual sangat dipengaruhi oleh hormon estrogen.

Kulit kering dan rambut bercabang
Menopause juga dapat menyebabkan kulit menjadi kering dan ujung rambut bercabang lebih banyak. Penyebabnya lagi-lagi estrogen yang ternyata memainkan peran penting dalam berinteraksi dengan kolagen untuk menjaga kulit tetap lembut dan kenyal. Selain itu, kulit juga bisa menjadi berminyak, keriput, timbul bintik-bintik hitam, berjerawat, dan bahkan pertumbuhan rambut di wajah.

Tidur yang buruk
Perubahan hormon juga dapat membuat seorang perempuan kesulitan tidur. Sebab wajahnya menjadi memerah dan tubuh berkeringat di malam hari. Selain itu, perubahan suasana hati akan memengaruhi kualitas tidur.

Daya ingat menipis
Ada beberapa penelitian yang menyatakan bila kemampuan ingatan dan berpikir perempuan mungkin menurun selama menopause.

Kekakuan otot
Ketika kadar hormon berubah, mungkin perempuan akan mengalami nyeri dan kekakuan pada otot serta persendian. Hilangnya estrogen dalam tubuh dapat menyebabkan peradangan yang berujung pada rasa sakit dan ketidaknyamanan. Tingkat kortisol yang tinggi juga dapat menyebabkan kekakuan pada otot. Kondisi ini juga bisa semakin parah pada perempuan yang memiliki migrain walaupun hanya berlangsung sementara.

Infeksi saluran kemih
Inkontinensia urin sering terjadi pada perempuan yang lebih tua, terutama setelah menopause. Penurunan kadar estrogen menyebabkan penipisan otot di sekitar Miss V yang memberikan efek sama pada dasar panggul. [***]

Sumber; Okezone

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News