120 Personel Polda Sulteng Bersihkan Pantai Tanjung Karang

  • Whatsapp
Empat peleton personel Polda Sulteng melakukan aksi bersih-bersih pantai Tanjung Karang, di Donggala, Kamis (27/6/2019). [Humas Polda Sulteng]
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Sebanyak empat peleton atau 120 personel gabungan Polda Sulawesi Tengah (Sulteng), melakukan aksi bersih-bersih pantai Tanjung Karang, Kabupaten Donggala, Kamis (27/6/2019) pagi.

Aksi bersih-bersih pantai yang dilaksanakan dalam rangka HUT Bhayangkara ke 73 itu berlangsung dari Pukul 07.00 – 10.00 Wita.

Baca Juga

Direktur Polairud Polda Sulteng Kombes Pol Indra Rathana, S.IK yang memimpin kegiatan tersebut mengatakan, selain untuk menyemarakkan HUT Bhayangkara, aksi ini dilakukan sebagai wujud kepedulian Polri kepada masyarakat dalam membantu dan menjaga kebersihan pantai.

“Kita juga ikut menjaga kebersihan pantai Tanjung Karang yang merupakan salah satu destinasi wisata kebanggaan masyarakat Donggala dan Sulawesi Tengah pada umumnya,” katanya.

Menurut Kombes Indra, empat peleton personel gabungan yang mengikuti bersih-beraih pantai ini terdiri dari masing-masing 30 personel dari Ditpolairud, Ditsamapta, Satbrimob dan Polres Donggala.

Para personel Polri tersebut dengan kompak dan penuh semangat keikhlasan yang dibantu masyarakat sekitar, membersikan pantai dengan memgumpulkan berbagai macam sampah plastik, botol bekas, dahan pohon dan lainnya yang berserakan di sepanjang pesisir pantai Tanjung Karang.

“Kita melakukan kegiatan yang langsung bersentuhan dengan masarakat seperti yang dilakukan saat ini, yaitu kegiatan bersih-bersih di pesisir pantai Tanjung Karang agar pantai kebanggaan yang populer di Sulteng ini tetap terjaga kebersihan, keindahan dan tetap asri, sehingga tatap menjadi destinasi wisata favorit masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kabidhumas Polda Sulteng, AKBP Didik Supranoto, S.IK menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat di Sulawesi Tengah terkhusus yang berada di sekitar Pantai Tanjung Karang, agar tetap menjaga kebersihan lingkungan sekitar pantai, terlebih tidak membuang sampah di pantai atau laut.

“Apalagi sampah plastik, karena dapat merusak ekosistem laut dan membutuhkan waktu hingga 300 tahun untuk bisa hancur dan terurai. Karena itu, kami menghimbau kepada masyarakat khususnya di pesisir pantai, untuk sama-sama menjaga kebersihan pantai dan laut di Sulawesi Tengah,” imbau Didik. [***]

Penulis; Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News