16 Desa di Bolsel Diterjang Banjir dan Longsor, Satu Jembatan Putus

  • Whatsapp
Jembatan di Desa Bakida, Kecamatan Helumo, Bolsel yang ambruk diterjang luapan sungai. [Foto: Istimewa]
Bagikan Artikel Ini
  • 220
    Shares

Molibagu, JurnalNews.id – Banjir dan longsor melanda beberapa desa di wilayah Kabupaten Bolaang Mongodondow Selatan (Bolsel) Jumat (24/7/2020) hari ini. Update terkini, sedikitnya 16 desa terendam banjir akibat hujan yang tak kunjung reda sejak beberapa hari terakhir.

“Kecamatan Bolaang Uki sekitar 12 desa, Kecamatan Helumo empat desa. Namun kami sementara mengambil data tapi terhalang longsor sehingga tidak bisak ke bagian Posigadan,” ujar Kepala BPBD Bolsel Danan Mokodompit, Jumat (24/7/2020) siang.

Baca Juga

Meski data belum diperoleh, namun keterangan warga ada ribuan rumah yang terendam banjir serta terdampak kerusakan akibat terjangan banjir.

Selain merendam rumah warga di sejumlah desa, luapan sungai lebih dari satu meter mengakibatkan terputusnya Jembatan di Desa Bakida, Kecamatan Helumo.

Advertisements

Selain itu akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Bolsel dan Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) terputus.

“Iya informasinya Jembatan Bakida rusak diterjang banjir,” kata seorang warga bernama Malik Suma.

Selain jemabatan ambruk, diperoleh informasi longsor terjadi di jalan penghubung antar kabupaten. Jalan tersebut saat ini masih tertutup material longsor sehingga kendaraan tak dapat lewat.

Analisa BMKG
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mengeluarkan peringatan dini cuaca eksterm. Analisis cuaca ekstrem terkait kejadian banjir secara umum disebabkan belokan angin (shearline) akibat massa udara yang kuat dari arah tenggara berbelok tepat di atas wilayah Sulawesi Utara (Sulut).

Advertisements

Kasie Observasi dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado Carisz Kainama mengatakan, kondisi tersebut menyebabkan terbentuknya awan-awan hujan yang aktif di sebagian besar wilayah Sulut.

“Kejadian hujan lebat juga dapat dilihat dari kelembaban udara yang relatif lembab. Selain itu citra satelit menunjukkan terbentuknya awan-awan konvektif dengan potensi terjadi hujan intensitas sedang–lebat dan menyebabkan banjir di beberapa wilayah Bolmong Selatan,” ujar Carisz Kainama, Jumat (24/7/2020).

Dia menjelaskan, berdasarkan data BMKG serta ditunjang data input prakiraan cuaca yang digunakan dalam operasional Stasiun Meteorologi Klas II Sam Ratulangi Manado, kondisi cuaca di wilayah Sulut umumnya berpotensi hujan ringan hingga sedang dikarenakan masih dalam musim transisi.

“Namun masih perlu diwaspadai adanya potensi hujan lebat disertai petir dan angin kencang pada sebagian wilayah Sulut terutama pada pagi-siang/sore dan dini hari yang dapat diakibatkan fenomena atmosfer,” katanya.

Sebelumnya kata Carisz, BMKG sendiri telah merilis peringatan dini cuaca ekstrem provinsi Sulut tanggal 23 Juli 2020 pukul 20:00 Wita. Potensi terjadi hujan sedang hingga lebat disertai kilat/petir dan angin kencang terjadi di wilayah Kabupaten Bolmong Selatan (seluruh wilayah), kemudian Kota Kotamobagu (seluruh wilayah), Kabupaten Bolmong Timur (seluruh wilayah), serta dapat meluas ke wilayah Minahasa Tenggara (seluruh wilayah), Bolmong (bagian Selatan, Timur), Bolmong Utara (bagian Selatan, Timur).

Dan benar, sejak Kamis malam wilayah Bolmong diguyur hujan lebat hingga Jumat dini hari. Pagi harinya seluruh wilayah Bolmong nyaris terendam banjir dan menyebabkan seorang kepala desa hilang terseret arus saat memantau ketinggian air sungai.

Advertisements

Sumber: iNews

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News