168 Orang Meninggal Dunia Akibat Lakalantas di Sulteng

  • Whatsapp
Kabidhumas Polda Sulteng, Kombes Pol Didik Supranoto (kiri) dan Kasubid Penmas Kompol Sugeng Lestari. [Humas Polda]
Bagikan Artikel Ini
  • 70
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Angka kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) pada masa pandemi Covid-19 menunjukan trend peningkatan.

Hal tersebut diutarakan Kabidhumas Polda Sulteng Kombes Pol. Didik Supranoto, SIK dalam keteranganya kepada sejumlah media di Palu, Selasa (21/7/2020).

Baca Juga

Didik menjelaskan, berdasarkan analisa dan evaluasi (Anev) perbandingan angka lakalantas semester I tahun 2020 mengalami peningkatan 6% dibanding semester I tahun 2019 yaitu 533 kasus laka lantas sedangkan 2020 terjadi 564 kasus.

“Korban meninggal sebanyak 168 jiwa atau naik 34% dibandingkan tahun 2019 yaitu sebanyak 125 jiwa, korban luka berat 288 turun 7% dibandingkan tahun 2019 sebanyak 309 orang,” jelasnya

Advertisements

Sementara korban luka ringan 648 orang naik 19% dibandingkan tahun 2019 sebanyak 544 orang, demikian juga dengan kerugian materiil akibat laka lantas naik 33% diangka Rp2.028.900.000,00.

Jumlah Laka tunggal tahun 2020 sebanyak 37 kasus atau naik 61% dengan korban meninggal 23 jiwa, luka berat 9, luka ringan 45 dan kerugian matriil akibat laka tunggal Rp294.100.000,00,” terang Didik.

Advertisements

Mantan Kapolres Kolaka ini juga menerangkan, pada semester I tahun 2020 terjadi 39 kasus tabrak lari dengan korban meninggal 6, luka berat 20, luka ringan 26 dan kerugian materiil Rp27.900.000,00.

“Berdasarkan fungsi jalan, kecelakaan banyak terjadi di jalan arteri sebanyak 394 kasus, sedangkan berdasarkan status jalan laka lantas terbanyak terjadi di jalan provinsi ada 226 kasus, jalan kabupaten 180 kasus dan jalan nasional 123 kasus, tandasnya

Kecelakaan banyak terjadi pada pukul 15.00-18.00 dan 18.00-21.00 masing-masing 112 kasus, pelaku yg terlibat laka lantas didominasi usia 20-24 tahun sebanyak 73 orang, disusul usia 10-14 tahun 61 orang dan usia 15-19 tahun 58 orang

“Evaluasi terjadinya laka lantas ini disampaikan, agar masyarakat lebih berhati-hati dalam berkendara terlebih saat ini musim penghujan yang akibatkan jalan licin, rawan longsor, banjir dan terjadinya kerusakan infrastruktur jalan, jembatan sehingga membahayakan pengguna jalan,” tutup Didik. [***]

Advertisements

Editor: Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News