23 Titik Bencana Fiktif, Publik Dukung Kejati Sulteng

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
  • 157
    Shares
Palu, Jurnalsulteng.com- Pernyataan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sulawesi Tengah (Sulteng) Yohanes Tanak, akan segera melakukan gelar perkara (Ekspose) dugaan korupsi 23 titik bencana fiktif di Kabupaten Parigi Moutong (Parmout) mendapat respon positif dari masyarakat.

Setelah Jurnalsulteng.com melansir pernyataan Kajati Sulteng Yohanes Tanak, Minggu (29/3/2015) langsung mendapat respon dari masyarakat, khususnya dari Kabupaten Parigi Moutong (Parmout).

“Kasus itu harus diungkap sampai tuntas,” ujar salah satu pembaca yang berpesan agar tidak disebutkan namanya melalui inbok akun resmi Facebook Jurnalsulteng.com.

Baca Juga

Masyarakat mempertanyakan hal tersebut setelah melihat dan membaca link berita Jurnalsulteng.com, yang secara otomatis langsung ter-share di media sosial Facebook dan Twitter.

Bahkan, beberapa masyarakat Parigi Moutong langsung mempertanyakan kepada redaksi Jurnalsulteng.com, siapa kira-kira yang bakal terseret sebagai tersangka.

Pertanyaan pembaca banyak yang diajukan melalui inbok di akun Facebook Jurnal Sulteng, maupun melalui Blackberry Massanger (BBM). Pembaca mempertanyakan hal itu setelah menerima Broadcast (BC) link berita, yang disebar beberapa pembaca lain via BC BBM.

“Kami warga Parigi menunggu keseriusan Kejati Sulteng untuk mengungkap kasus dugaan korupsi 23 titik bencana fiktif,” ujar  salah seorang warga Parigi.

Keinginan masyarakat agar kasus tersebut benar-benar terungkap, terlihat dari tersebarnya link berita melalui BC BBM yang dilakukan masyarakat Parigi Moutong secara suka rela.

Sebelumnya Kajati Sulteng Yohanes Tanak menyatakan akan segera melakukan gelar perkara (ekspose) terkait dugaan korupsi proyek tanggap darurat pada 23 titik bencana alam yang diduga fiktif di Kabupaten Parmout.

Yohanes juga mengaku semua data tentang 23 titik bencana di Kabupaten Parmout sudah masuk.

Yohanes menegaskan, jika ada jaksa yang tidak serius terhadap kasus tersebut, ia tidak segan untuk memberikan sanksi kepada jaksa yang tidak pro aktif.

“Kalau ada jaksa yang main-main dengan kasus ini, laporkan ke saya, supaya saya tindak tegas,” katanya.[Trs]

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News