277 Gempa Susulan Guncang Turki, 21 Tewas dan 799 Terluka

  • Whatsapp
Tim penyelamat dibantu warga berupaya mencari korban di sebuah bangunan yang runtuh di provinsi pesisir Izmir, Turki, Jumat (30/10/2020). [Reuters]
Bagikan Artikel Ini
  • 75
    Shares

JurnalNews.id – Sebanyak 277 gempa susulan terjadi pasca gempa 6.6 Skala Richter yang melanda Turki dan Yunani pada Jumat (30/10/2020). Otoritas Manajemen Bencana dan Darurat (AFAD) mencatat, 23 gempa susulan di antaranya berkekuatan di atas 4.0 Skala Richter.

AFAD mengatakan gempa terjadi pada hari Jumat pukul 1151 GMT (14:51 waktu setempat) pada kedalaman 16,54 km (sekira 10 mil).

Baca Juga:

Melansir TRTWorld, sedikitnya 21 orang tewas dan 799 lainnya luka-luka akobat gempa yang berpusat di Laut Aegea Turki itu.

Menteri Lingkungan dan Urbanisasi Turki Murat Kurum mengatakan, saat ini sebanyak 1.227 tim SAR sedang bekerja melakukan penyelamatan dan pencarian terhadap korban yang hilang.

Dia menambahkan, delapan orang yang terluka berada dalam perawatan intensif, sementara lima lainnya sedang menjalani operasi.

73 orang berhasil diselamatkan
Pejabat Turki mengatakan setidaknya 20 bangunan runtuh di Izmir dengan orang-orang terperangkap di bawah puing-puing di setidaknya lima lokasi.

Media lokal menunjukkan, puluhan orang memanjat reruntuhan gedung bertingkat di pusat Izmir untuk menyelamatkan para korban. Gumpalan debu terekam di beberapa tempat di pusat Izmir.

Gubernur Izmir Yavuz Selim Kosger mengatakan, sejauh ini 73 orang telah diselamatkan dari puing-puing.

Sementara itu, Presiden Recep Tayyip Erdogan menyampaikan belasungkawa bagi warga yang terdampak gempa.

“Kami mengambil tindakan darurat dengan bekerja cepat di kawasan terdampak gempa dengan melibatkan semua lembaga dan menteri yang berwenang,” tambah Erdogan.

Gubernur Istanbul Ali Yerlikaya mengatakan gempa itu juga dirasakan di kota metropolitan itu, tetapi tidak ada “kerusakan” yang dilaporkan.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Suleyman Soylu mengatakan beberapa provinsi di kawasan itu, seperti Usak, Denizli, Manisa, Balikesir, Aydin dan Mugla, mengalami kerusakan ringan pada beberapa bangunan.

Tim pencarian dan penyelamatan Turki juga masih terus melanjutkan pekerjaan mereka di lapangan.

Badan bencana Turki juga mengatakan bantuan darurat sekitar $359.000 (3 juta lira Turki) telah dikirim ke wilayah tersebut.

Kementerian Pertahanan Nasional juga telah membentuk tim penanganan krisis setelah gempa bumi. Sebanyak dua helikopter militer disiagakan dalam upaya pencarian dan penyelamatan.

Menteri Lingkungan Hidup Murat Kurum mengatakan dia sedang menuju ke wilayah Izmir, bersama dengan Menteri Pertanian dan Kehutanan Bekir Pakdemirli.

Menteri Transportasi dan Infrastruktur Turki Karaismailoglu mengatakan, tidak ada masalah transportasi dan komunikasi pasca gempa.

Pulau Samos di Yunani
National Observatory of Athens, Institute of Geodynamics awalnya memperkirakan besarnya gempa pada 6,6 tetapi kemudian merevisi menjadi 6,7.

Pusat Seismologi Eropa-Mediterania mengatakan, episentrum gempa tersebut berada di 13 km timur laut pulau Yunani Samos.

Gempa itu dirasakan di seluruh pulau Yunani timur dan bahkan di ibu kota Yunani, Athena.

Media Yunani mengatakan, penduduk Samos dan pulau-pulau lain meninggalkan rumah mereka, sementara beberapa lainnya dilaporkan menunggu bantuan.

Dua anak dilaporkan meninggal
Penduduk Samos, sebuah pulau dengan populasi sekitar 45.000, didesak untuk menjauh dari daerah pesisir, Eftyhmios Lekkas, kepala organisasi Yunani untuk perencanaan anti-seismik, mengatakan kepada Skai TV Yunani.

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis menelepon Erdogan, menyampaikan belasungkawa setelah gempa kuat yang dirasakan di kedua negara menewaskan warga sipil di kota Izmir, Turki.

“Apapun perbedaan kami, inilah saat-saat ketika orang-orang kami perlu berdiri bersama,” tulis Mitsotakis di Twitter.

Erdogan juga menawarkan bantuan apa pun yang mungkin dibutuhkan Yunani.

Ketegangan meningkat antara kedua negara tetangga itu atas hak atas wilayah Mediterania timur yang dianggap kaya akan sumber daya alam. [***]

Sumber: TRT World

loading...

Berita Lainnya

Google News