45 Kursi Deprov Sulteng akan Diperebutkan 537 Caleg, Pengamat: Berpotensi Politik Uang

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulteng.com – Dalam Pemilu 2014 tingkat Provinsi Sulawesi Tengah, terdapat 537 calon anggota legislatif yang lolos dalam daftar calon tetap.

Mereka terbagi dalam enam daerah pemilihan dengan memperebutkan 45 kursi di DPRD.

Baca Juga

Pengamat politik Universitas Tadulako Palu, Dr Darwis mengatakan dengan sedikitnya porsi kursi yang diperebutkan tersebut berpotensi terjadinya politik uang.

“Kalau politik uang terjadi maka proses demokrasi kita mundur,” katanya.

Darwis mengatakan pemilih harus cerdas, yakni memilih calon anggota DPRD yang benar-benar memiliki ideologi perjuangan, seperti calon legislatif antikorupsi.

“Masalahnya saya belum melihat ada calon legislatif yang secara terang-terangan mengatakan akan perang dengan korupsi,” katanya.

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sulawesi Tengah Sahran Raden mengharapkan para calon anggota legislatif berkompetisi secara sehat dalam merebut simpati dan dukungan pemilih pada Pemilu 2014.

“Calon juga harus taat pada rambu-rambu kampanye,” katanya di Palu, Jumat (23/8/2013).

KPU setempat telah menetapkan mereka masuk dalam daftar calon tetap untuk Pemilu 2014 sebanyak 537 orang. Sementara kursi yang diperebutkan hanya 45.

Dia mengatakan peran parpol sangat dibutuhkan dalam mengontrol calon legislatif sehingga tidak melanggar rambu-rambu kampanye.

“Parpol adalah salah satu pilar yang berperan penting dalam peningkatan kualitas pemilu,” kata Sahran.

Ia mengatakan jauh sebelum daftar calon ditetapkan, sejumlah calon legislatif sudah melakukan kampanye dengan tidak terkontrol sehingga rambu-rambu kampanye pun “ditabrak”.

Dia mencontohkan alat peraga kampanye ada yang dipasang di jalan bebas hambatan, padahal dalam peraturan KPU Nomor 1/2013, hal itu tidak dibolehkan.

Sahran mengatakan tidak sedikit tantangan yang dihadapi dalam menciptakan pemilu yang berkualitas, di antaranya masih tingginya politik transaksional sehingga satu orang berada di dua partai politik.

Ia juga mengatakan peraga kampanye berupa baliho calon legislatif lebih berbunyi puitis dibandingkan dengan mengedepankan visi dan misi.

“Padahal kita berharap bagaimana terjadi pendidikan politik yang baik, misalnya dengan mengedepankan visi sehingga masyarakat kita memilih berdasarkan apa yang akan mereka perjuangkan,” katanya.***

 sumber:antarasulteng.com

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News