49 KK Warga Lembantongoa Masih Mengungsi, TNI Polri Lakukan Trauma Healing dan Serahkan Sembako

  • Whatsapp
Tim trauma healing dari Biro SDM Polda Sulteng akan memberikan edukasi dan penghiburan kepada anak-anak untuk menghilangkan rasa ketakutan, di Balai Desa Lembantongoa, Minggu (29/11/2020). [Foto: Humas Polda Sulteng]
Bagikan Artikel Ini

Palu, JurnalNews.id – Peristiwa berdarah yang mengakibatkan meninggalnya empat warga di Dusun Lewonu Desa Lembantongoa, Kabupaten Sigi, pada Jumat (27/11/2020) masih menimbulkan ketakutan bagi warga setempat. Saat ini, sebanyak 49 Kepala Keluarga (KK) masih mengungsi.

Berdasarkan laporan Kepala Desa Lembantongoa Bekki Basalulu, sebanyak 49 KK warganya, saat ini menungungsi dan ditampung di Balai Desa setempat.

Baca Juga

Untuk menghilangkan rasa trauma bagi warga, Polda Sulteng bersama Korem 132 Tadulako, melakukan kegiatan trauma healing di tempat pengungsian warga, pada Minggu (29/11/2020).

Selain melakukan trauma healing, Polda Sulteng dan Korem 132 Tadulako juga menyerahkan 250 paket sembako kepada keluarga korban dan masyarakat yang mengungsi.

Trauma healing dan penyerahan paket sembako dipimpin Karo SDM Polda Sulteng Kombes Pol. Hary Haryadi dan Kasrem 132 Tadulako Kol. Inf. Dwi Suharjo, S.IP

Trauma healing ini dilakukan untuk menghilangkan rasa trauma bagi warga agar dapat terus melanjutkan hidupnya tanpa bayang-bayang kejadian tersebut.

Dihadapan warga masyarakat, Hary Hariadi menyampaikan keprihatinannya atas musibah yang menimpa empat warga Dusun Lewonu Desa Lembantongoa.

“Diharap masyarakat tenang dan tidak khawatir, negara dalam hal ini TNI Polri akan selalu hadir untuk melindungi warganya, dan diharapkan warga dapat beraktifitas kembali sebagaimana biasa,” jelasnya.

“Kehadiran tim trauma healing dari Biro SDM Polda Sulteng akan memberikan edukasi, penghiburan agar masyarakat baik orang tua dan anak-anak tidak berlarut dalam rasa ketakutan,” terang pamen tiga melati di biro SDM Polda Sulteng ini.

Tim trauma healing megajak anak-anak diajak bermain dan bernyanyi serta diberikan alat permainan dan tampak keceriaan di antara mereka.

Sementara para orang tua diberikan pencerahan, edukasi untuk menumbuhkan semangat dan kepercayaan diri serta perlahan dapat menghilangkan rasa ketakutan. [***]

Editor: Agus Manggona/

Berita Terkait

Google News