56 Advokat PTP Sambangi Polda Sulteng Klarifikasi Lahan Penyintas Petobo

  • Whatsapp
Sejumlah advokat yang tergabung dalam People Tribunal Padagimo mendampingi penyintas Petobo, untuk memberikan klarifikasi perihal tudingan dugaan tindak pidana penggelapan tanah di Mapolda Sulteng, Selasa (30/6/2020). [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 58
    Shares

 

Palu, JurnalNews.id – Sedikitnya 56 advokat yang tergabung dalam People Tribunal Padagimo (PTP) bersama penyintas Petobo, menyambangi Mapolda Sulawesi Tengah (Sulteng) di Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Selasa (30/6/2020).

Baca Juga

Kedatangan advokot yang di Koordinator oleh Itha Puranama Sari SH, Ahmar Welang, SH, Khasogi Hamonangan, SH serta advokat senior Irwanto Lubis, SH.MH untuk mendampingi lima dari 15 penyintas asal Kelurahan Petobo, yang akan memberikan klarifikasi perihal kasus dugaan tindak pidana penggelapan tanah/benda tak bergerak dan penyerobotan tanah, oleh pelapor Nicolaus Salama di Subdit II Ditreskrimum Polda Sulteng.

Menurut Khasogi Hamonangan, SH dari 15 warga Petobo yang akan diminta klarifikasi, enam diantara jadi terlapor sementara sisanya dijadikan saksi.

“Hari ini empat orang warga dimintai keterangan oleh tim penyidik yakni Tarmuji, Indra, Badrudin dan Sudiryo,” tuturnya.

Berdasarkan hasil klarifikasi kata Khasogi bahwa lokasi tanah yang diklaim Nicolaus Salama berdasarkan Sertifikat SHM Nomor 145, menurut ketarangan terlapor dan saksi adalah tanah milik almarhum Barujaya, orang tua Sudiryo Djalanu, yang diberikan kepada beberapa warga Petobo dan diusahai secara terus menerus dan tidak tahu menahu, jika tanah tersebut telah memiliki Sertifikat SHM 145.

Advertisements

Olehnya, Advokat PTP berharap kasus ini segera dihentikan karena saat ini masyarakat tengah diperhadapkan dengan kepastian hukum perihal bantuan Pemerintah Kota Palu terhadap warga korban gempa bumi dan likuifaksi.

“Para penyintas ini ingin fokus menyelesaikan masalah tersebut. Apalagi akan ada hearing di DPRD Provinsi terkait permasalahan yang mereka hadapi,” cetusnya.

Meski demikian kata Khasogi, pihaknya akan tetap mendampingi warga sebagai terlapor dan saksi. Intinya Litigasi PTP akan terus mengawal pendampingan kasus ini hingga tuntas.

“Yang jelasnya sebagai advokat kami akan terus dan tetap mengawal semua hal menyangkut hak-hak korban Padagimo, termasuk yang bersengketa secara kelompok dari akibat kondisi dan situasi hukum saat ini yang dialami penyintas,” pungkas Ketua Komite Aksi HAM Sulteng. [***]

Editor: Agus Manggona/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News