71 Tahun RI Merdeka, Warga Rio Pakava Belum Nikmati Listrik

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
Suasana pertemuan Reses Anggota DPRD Sulteng Dapil Donggala-Sigi Muh Masykur, Senin (8/8/2016). (Ist)

Donggala, Jurnalsulteng.com РSudah 71 Tahun Republik Indonesia Merdeka, namun hingga saat ini Warga Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten  Donggala, Sulawesi Tengah belum bisa menikmati listrik.

Warga sudah bosan dengan janji-janji pada setiap musim kampanye, baik kampanye Pemilu Legislatif maupun kampanye Pillada, semua calon yang datang ke Rio Pakava pasti bahasanya sama.

Baca Juga:

Hal tersebut terungkap dalam
pertemuan Reses Anggota DPRD Provinsi Sulteng, Muh. Masykur, Senin (8/8/2016). Anggota DPRD dari Dapil Donggala-Sigi ini melangsungkan Reses di Desa Taviora dan Polantojaya, Kecamatan Rio Pakava, Kabupaten Donggala.

Dalam pertemuan itu warga mengungkapkan keluh kesahnya. Setiap calon kepala daerah ataupun Caleg sama saja. “Ketika kami menanyakan apa sikap mereka terhadap kondisi yang terjadi di Rio Pakava, responnya tidak berbeda. Mereka pasti menjawab, akan menyelesaikan permasalahan yang ada, kalau terpilih,” kata warga.

Advertisements

Di dua titik pertemuan Reses tersebut, masalah pokok dan mendasar yang disuarakan peserta Reses adalah infrastruktur listrik dan jalan. “Kami disini belum pernah menikmati fasilitas itu. Sudah puluhan tahun kami hidup disini tapi sampai hari ini kami belum merasakan bagaimana enaknya sarana penerangan listrik, berbeda dengan dengan wilayah lainnya,” tambah peserta pertemuan Reses.

Warga Rio Pakava juga menilai pemerintah seolah hanya memandang sebelah mata.
“Sudah 71 tahun Republik ini merdeka tapi wilayah Rio Pakava tidak sepenuhnya dipandang dengan mata dan hati. Seolah mata dan hati pemimpin daerah tertutup,” imbuh H. Idrus, tokoh masyarakat Desa Polanto Jaya yang diamini seluruh warga yang hadir.

Lebih lanjut, tokoh pemuda asal Taviora, Sahwan, menguraikan bahwa kami berharap di masa periode kedua gubernur Sulteng bisa merealisasikan janji-janji politiknya kepada warga masyarakat Rio Pakava. Sebab, komitmen untuk memasukan listrik di wilayah kami sudah tebal kami punya telinga, sahutnya.

Advertisements

Disisi lain, mereka juga khawatir jika sampai di periode kedua ini, Gubernur Sulteng Longki Djangola tidak lagi memikirkan nasib warga Rio Pakava, karena sudah tidak ada lagi berkepentingan ke depannya. Tetapi, namun pun demikian, warga tetap berharap semoga gubernur dapat konsisten merealisasikan komitmen yang dibangun bersama warga saat kampanye Pilgub lalu.

Menyahuti desakan warga tersebut, Muh. Masykur menjelaskan, masalah ini adalah hal mendasar dan mendesak untuk sesegera mungkin direspon oleh pemerintah daerah. Sebab, apapun itu adalah hak dasar warga dan negara wajib menunaikan kewajiban itu.

Masykur menyebutkan, dalam UU No. 11 Tahun 2005 tetang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya. Dimana sarana penerangan termasuk listrik merupakan kebutuhan dasar yang mesti dapat dinikmati oleh seluruh warga negera, tak terkecuali warga di wilayah Kecamatan Rio Pakava.

Oleh karena itu, Masykur mendesak melalui Gubernur Sulteng dapat mengupayakan agar PLN bisa secepatnya merealisikan jaringan listrik masuk ke Rio Pakava.

“Agar janji itu tidak tinggal janji maka alangkah jauh lebih baik jika mampu ditunaikan, lagi pula fasilitas listrik ini terkait kelangsungan hajat hidup orang banyak,” tutup Ketua Fraksi NasDem Sulteng.(***)


Rep/Red;  */Sutrisno

Advertisements
Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News