Abdul Rasyid: Pilkada Donggala Mencari Pemimpin, Bukan Penguasa

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Donggala, Abdul Rasyid, mengatakan, Pilkada Donggala 2018 mendatang mencari seorang pemimpin, bukan penguasa. Karena subtansi pemilihan kepala daerah, bukan soal menang dan kalah. Tapi membangun peradaban, untuk Donggala yang bermutu dan maju.

Menurut Rasyid, tak mudah menjadi seorang pemimpin. Karena pemimpin bukanlah orang yang memberikan perintah saja, atau orang yang harus ditakuti saja. “Pemimpin adalah leader bukan dealer,” ungkapnya, Jumat (20/10/2017) di Donggala.

Baca Juga:

Dia menambahkan, seorang pemimpin bukan sekedar memfasilitasi pemenuhan kebutuhan-kebutuhan temporer. Atau sekadar memenuhi kebutuhan jangka pendek menengah, atau jangka panjang. Rasyid mengingatkan, jabatan bukan untuk di banggakan. Jabatan adalah amanah.

“Seorang pemimpin harus bisa menjaga harmonisasi dan kebersamaan. Bila seorang pemimpin tidak bijak, hal kecil kadang menjadi masalah besar yang akhirnya mengganggu perjalanan kepemimpinan yang ada. Kalau seorang pemimpin tidak bisa menjaga ritme harmonisasi, konflik demi konflik seringkali timbul pada saat yang tidak tepat,” katanya.

Politisi PKS ini mengungkapkan, di Kabupaten Donggala, dengan pemahaman yang beragam, pendidikan yang tidak sama, serta isi kepala yang berbeda-beda, maka akan sulit buat seorang pemimpin bisa memenuhi seluruh harapan masyarakat. Karenanya, dibutuhkan ide kreatif, kesabaran, kebijaksanaan dan tentu saja dukungan dari semua pihak agar seseorang bisa sukses menjadi seorang pemimpin.

“Sebagai manusia tentu tidak ada yang sempurna. Namun saya berharap, siapapun yang akan terpilih nantinya, jangan sampai kehilangan ide kreatif, sehingga terjebak dalam rutinitas seremonial saja. Ukuran keberhasilan seorang pemimpin itu bukan saja karena banyaknya bangunan yang ia  bangun, itu sifatnya temporer. Ia tidak boleh menafikan hal yang paling subtansial, yaitu membangun peradaban. Karena peradaban itu adalah investasi jangka panjang bagi generasi kita di masa yang akan datang,” urainya.

Mantan aktivis HMI Cabang Makassar ini menegaskan, seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Donggala membiasakan diri membantu memberikan solusi ketika melihat pemimpin sedang kesulitan atau salah dalam mengambil keputusan.

“Janganlah menjadi orang yang pandai menunjukan kesalahan tapi tak pernah bisa melakukan perbaikan. Jadilah bagian dari pengerak menuju kesuksesan bersama dari pada sekedar menjadi Troble Maker (pembuat masalah),” tukasnya. [***]

Rep; Jose Rizal

loading...

Berita Lainnya

Google News