Agussalim: Hindari Oligarki dan Ijon Politik di Pilwakot Palu

Agussalim Faisal, SH.
Bagikan Artikel Ini
  • 216
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Bakal Calon (Balon) Walikota Palu dari jalur Independen Agussalim, SH kembali mengingatkan kiranya di ajang Pemilihan Walikota (Pilwakot) Palu 2020, para bakal calon (Balon) menghindari oligarki dan “ijon” politik. Namun lebih mengedepankan agenda demokrasi untuk rakyat.

“Kami berharap Pilwakot ke depan harus berkualitas. Olehnya diperlukan kondisi yang saling mengedepankan agenda demokrasi untuk rakyat,” sebutnya.

Baca Juga

Menurutnya, para kandidat sah-sah saja memiliki program politiknya masing-masing, namun harus dipastikan keberpihakan politik sebagai tugas demokrasi secara konkrit.

“Soal siapa yang menang itu biasa, kita semua tahu itu,” ujar Advokat Rakyat ini kepada JurnalNews.Id, di Palu, Rabu (6/11/2019).

Mantan aktivis kampus ini, mengajak kepada para politikus dan para kandidat untuk mengedepankan kualitas Pilwakot Palu, agar berbeda dengan perhelatan-perhelatan politik sebelumnya.

Apalagi tambahnya, masyarakat Kota Palu pascabencana, banyak mengalami problem sosial ekonomi, sehingga kita bisa memastikan pesta demokrasi kali ini, hanya untuk rakyat, bukan soal oligarki dan ijon politik.

Agus menambahkan, oligarki politik penting dihilangkan oleh siapapun nantinya yang memenangkan kontestasi lima tahunan ini.

Jika tidak, kata dia, yang terjadi adalah Kota Palu akan mengalami demokrasi yang terbajak, sehingga ketimpangan juga akan terus terjadi Kota Palu yang sedang masyarakatnya baru bangkit dari keterpurukan pascabencana.

Loading…

Selain itu, Agus juga mengajak masyarakat Kota Palu yang akan memilih walikota dan wakil walikota untuk mengawasi terjadinya “politik ijon” atau perjanjian yang dilakukan sebelum pilkada antar-satu pihak dengan bakal calon agar bisa terpilih. Karena hal ini akan jadi akar munculnya pemimpin yang korup.

Dikatakannya, politik ijon juga merupakan jurang bagi para calon yang maju sebagai kepala daerah. Pasalnya, dengan adanya perjanjian tersebut si pemberi bantuan akan mengharapkan imbalan atau balasan. Apabila sudah naik menjadi walikota, maka si terpilih tentu akan memenuhi janji yang telah disepakati.

“Biasanya politik ijon akan terjadi antara pengusaha kepada para calon. Dengan harapan nantinya, proyek ataupun izin-izin usahanya dilancarkan dan tidak ada hambatan,” terang pengacara yang aktif mengadvokasi warga terpapar dampak tambang ini.

Menurutnya, politik ijon seharusnya dihindari agar tercipta pilkada bersih dengan walikota yang amanah. Namun sebaliknya, jika hal itu dibiarkan terjadi, maka jangan berhayal daerah ini bisa memiliki pemerintahan yang sesuai dengan harapan rakyat.

Olehnya kata Agussalim, ia mengajak rakyat untuk mengkritisi dan memantau serta memastikan bahwa proses Pilwakot Palu digelar dengan tujuan untuk rakyat, bukan untuk berkuasa atas nama rakyat.

“Intinya hajatan perebutan kursi 01 Palu murni untuk rakyat, bukan semata-mata ingin berkuasa yang mengatasnamakan rakyat,” pungkasnya.[***]

Penulis; Sutrisno
Editor; Agus Manggona

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA