Akademisi: Desentralisasi Parpol Rekrut Balon Kepala Daerah Tingkatkan Kualitas Demokrasi Lokal

  • Whatsapp
Akademisi Untad, Dr. Darwis. [Dok/pribadi]
Bagikan Artikel Ini
  • 29
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Pemilihan kepala daerah (Pilkada) Serentak di Provinsi Sulteng akan dihelat pada 9 Desember 2020. Jelang hiruk-pikuk pesta demokrasi electoral tersebut, para kontestan tengah “berselancar” guna mendapat dukungan partai-partai politik, agar bisa memuluskan jalan untuk masuk dalam arena kompetisi.

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tadulako (Untad) Dr Darwis mengungkapkan, fenomena sentralistik politik, partai politik (Parpol) dalam rekruitmen calon kepala daerah akan menggerus kualitas demokrasi lokal.

Baca Juga

Mestinya, mekanisme pemilihan kepala daerah saat ini, tidak menjadi subyek intervensi pengurus pusat, namun memberikan otonom kepada pengurus partai di daerah, sehingga akan membawa dampak bagi perubahan dan dinamika politik di daerah.

Olehnya itu, kata akademisi Untad ini, pemberdayaan partai politik di daerah akan dapat meminimalisir konflik sosial di level grass root atau akar rumput.

Advertisements

Sayangnya, rekruitmen calon kepala daerah saat ini masih sentralistik, sehingga terkadang keinginan pengurus di daerah sangat kontradiktif dengan keputusan pengurus pusat.

“Ujung-ujungnya transaksional dengan dalih mahar dan cost politik masih menjadi fenomena yang tak terbantahkan,’ kata Alumnus Universitas Gajah Mada (UGM) ini kepada JurnalNews.ID, Minggu (12/7/2020).

Advertisements

Disisi lain, tambahnya citra pengurus partai di daerah yang menanggung resikonya. Bisa di bayangkan, jika baligho dan pamflet bakal calon (Balon) kepala daerah telah tersebar di mana-mana, namun ketika diajukan tidak mendapat restu dari pengurus partai pusat. Dalam teori politik, hal ini akan berimbas pada menurunnya partisipasi pemilu, karena yang di ajukan, tidak sesuai keinginan dan harapan masyarakat.

“Olehnya itu, berikan desentralisasi politik kepada daerah, untuk menentukan pilihannya,” kata Darwis.

Terkait kontestasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulteng, Dr Darwis mengungkapkan jika membaca peta politik Sulteng, dari tiga kandidat yang di gadang-gadang akan bertarung, seperti pasangan Rusdi Mastura/Ma’mun Amir, ,passngan Anwar Hafir/Sigit Purnomo Said dan Hidayat Lamakarate – Bartholomeus Tandigala, semuanya memilki elektabilitas, kapabilitas dan integritas dalam menakhodai daerah ini. Namun semua ini berpulang kepada masyarakat selaku pemegang hak konstitusi.

“Yang jelas, semua memiliki kemampuan tinggal masyarakat yang menentukan pilihannya sesuai hati nurani,” tandas Darwis. [***]

Advertisements

Penulis: Agus Manggona

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News