Akademisi: Kembalikan Masa Kejayaan Donggala

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Donggala, Jurnalsulteng.com- Akademisi dari Universitas Tadulako di Palu, Abdullah Iskandar mengatakan bupati/wakil Bupati Donggala yang akan terpilih pada Pilkada 4 September 2013 harus mengembalikan kejayaan Donggala sebagai kabupaten yang pernah dikenal sampai di negeri Belanda.

“Kita ingin agar Donggala menjadi kabupaten yang jaya, kabupaten yang dulu pernah jaya dan dikenal sampai di Belanda,” kata Iskandar dalam seminar dan dialog Pilkada Donggala Damai di Banawa, Ibukota Kabupaten Donggala, Kamis (29/8/2013).

Baca Juga

Dia mengatakan dalam dokumen sejarah Sulawesi Tengah di museum Belanda, justru nama Donggala yang populer.

“Itu artinya Donggala dikenal sampai ke Belanda,” katanya.

Sebagai akademisi yang lahir di Donggala, dirinya menyayangkan peninggalan Belanda di Banawa, ibu kota Donggala, berupa gudang beratap bundar tidak dijaga.

Padahal gudang tersebut bisa menjadi lokasi wisata yang menarik karena hanya ada di Donggala.

Selain akademisi, masyarakat Donggala, juga menaruh harapan besar kepada delapan pasangan calon bupati di daerah itu.

Mereka berharap bupati terpilih nantinya lebih amanah dan memperhatikan pusat-pusat pelayanan publik.

“Sembilan kantor lurah yang ada di Banawa sekarang ini kondisinya memprihatinkan. Padahal kantor lurah itu ujung tombak pelayanan pemerintah di daerah. Tapi bangunannya saja tidak diperhatikan,” kata seorang pejabat kelurahan di sela-sela dialog.

Pejabat tersebut meminta namanya tidak disebutkan karena khawatir dianggap membangkang atasannya. Selain itu dia juga khawatir nanti berimplikasi negatif terhadap pelaksanaan Pilkada Donggala, 4 September 2013.

Pejabat tersebut mengatakan umumnya kantor lurah saat ini adalah bekas kantor kepala desa. Kondisinya sempit, sumpek, tua dan sebagian temboknya sudah lapuk.

“Kami akhirnya tidak betah bekerja di kantor,” katanya.

Pejabat itu mengatakan jika ada rapat yang melibatkan puluhan orang, teras kantor menjadi tempat rapat mereka.

Dia berharap siapaun bupati terpilih ke depan harus memprioritaskan pusat-pusat pelayanan publik.***

sumber;antarasulteng.com

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News