Aktifitas Tambang Galian C Ditutup, Warga Dondo Ancam Demo

Bagikan Artikel Ini

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Ditutupnya aktifitas pertambangan Galian C di Kabupaten Tolitoli oleh aparat penegak hukum, telah menghambat sejumlah pekerjaan fisik di wilayah tersebut. Akibatnya ribuan warga dari berbagai kecamatan, mengancam akan menggelar aksi demonstrasi secara besar-besaran.

“Dalam waktu dekat ini ratusan masyarakat akan turun ke jalan guna mendesak aparat penegak hukum, untuk menyelesaikan permasalahan penghentian aktivitas tambang Galian C,” kata LSM Gerakan Indonesia Anti Korupsi (GIAK) Tolitoli, Hendrik Lamo, di Tolitoli, Selasa (24/7/2018).

Baca Juga

Persoalannya kata Hendrik, dampak dari penghentian aktivitas pertambangan bebatuan, pasir dan kerikil ini, menyebabkan terhambatnya pembangunan fisik proyek yang di danai dari APBD dan Dana Desa. Bahkan hal ini telah menimbulkan dampak menurunnya pendapatan warga serta penambang.

Berdasarkan hasil investigasi di lokasi tambang Galian C di Desa Malulu, Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, sebenarnya belum menimbulkan dampak yang signifikan akibat penambangan Galian C, seperti yang di laporkan oleh segelintir masyarakat desa Malulu, contohnya masalah air bersih sampai saat ini masih normal seperti biasa, karena jarak pengambilan material dengan bak air bersih sekitar 3 kilometer, sehinggah tidak berpengaruh dengan air bersih, begitupun dengan persawahan petani, juga tidak berdampak pada galian C, karena irigasi yang mengaliri persawahan petani dalam kondisi baik tidak seperti yang di laporkan oleh segelintir warga.

“Senin kemarin, saya dengan teman- teman LSM melakukan cross chek langsung lokasi pertambangan galian c, bahkan saya wawancarai ratusan warga yang kebetulan berkumpul. Jadi tidak ada yang mengeluh. Malahan ada warga yang mengancam akan melakukan unjuk rasa, jika aktivitas tambang galian C, di desanya,” kata Hendrik.

Menurut Hendrik, jika ditelusuri masalah izin, memang benar belum ada, namun menurut Kepala Desa Malulu, Sudirman, perizininanya masih dalam proses pengurusan. Bila menunggu izin keluar, akan berdampak pada terhambatnya pembangunan yang sementara di laksanakan di desa tersebut.

“Kalau mau menunggu izin keluar bagaiamana dengan pembangunan yang sementara dilaksanakan di desa,” tanya Hendrik.

Sementara ditambahkan Hendrik, jika di telusuri tambang galian C yang selama ini beroperasi di wilayah Tolitoli, hampir seluruhnya belum mengantongi izin dan sampai saat ini masih beroperasi.

“Jadi jangan cuma galian C yang di Desa Malulu di lapor, banyak tambang galian C yang illegal dan masih beroperasi, mulai dari Dampal Selatan sampai Tolitoli Utara, bahkan yang tidak berjauhan dengan desa Malulu yakni di desa Tinabogan, dan desa Sibaluton, sampai sekarang masih beroperasi, kenapa bukan itu juga yang di lapor,” pungkas Hendrik. [***]

 

Penulis; Mad
Editor; Agus Manggona

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News