Aktivitas Galian C Ditutup, Proyek Infrastruktur di Tolitoli Tersendat

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Penutupan aktivitas galian C oleh jajaran Polres Tolitoli, telah berimbas pada tersendatnya realisasi proyek infrastruktur di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng). Baik proyek yang menggunakan APBD maupun APBN, kabupaten penghasil cengkeh ini.

Bahkan tidak hanya itu, pendapatan serta perekonomian masyarakat pun mengalami kebuntuan.

Baca Juga

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Tolitoli, Ir. Mujidin Bantilan yang di konfirmasi menuturkan, penutupan lokasi tambang Galian C di sejumlah wilayah oleh aparat kepolisian telah berdampak pada realisasi proyek proyek Pemerintah terutama proyek fisik yang dikelola, di Dinas PU.

“Betul sejak aktivitas pertambangan Galian C ini ditutup, sejumlah proyek fisik tersendat. Sehingga berdampak pada penyerapan anggaran,” kata Mujidin Bantilan, kepada Jurnalsulawesi.com, Sabtu (28/7/2018).

Menurutnya, kebijakan ini selaian merugikan Pemerintah Daerah (Pemda), juga merugikan kontraktor yang mengerjakan proyek karena terhenti, disebabkan oleh kekurangan material.

“Di sisi lain, sebagian masyarakat juga menggantungkan hidupnya melalui usaha tambang rakyat ini,” imbuh Mujidin.

Sementara Ketua LSM Gerakan Indonesai Anti Korupsi (GIAK) Tolitoli, Hendri Lamo SE, menuturkan terkait penutupan tambang galian C oleh aparat kepolisian, selain menghambat realisasi proyek, juga terkesan hanya menguntungkan pihak kontraktor yang mengantongi izin.

“Secara otomatis ini hanya akan menguntungkan pemilik izin Galian C, karena semua proyek pemerintah harus mengambil material berupa pasir dan batu di tambang Galian c yang legal. Dan itu hanya dimiliki pengusaha tertentu,”tuturnya.

Ia mengakui telah didatangi sejumlah warga dan meminta agar difasilitasi, untuk menyelesaikan persoalan ini.

“Saya sudah didatangi warga yang bergantung hidupnya di tambang Galian C, mereka meminta untuk difasilitasi melakukan aksi unjuk rasa, agar ada solusi dari aparat kepolisian soal penutupan tambang Galian C ini,” ujarnya.

Menurut Hendri, harusnya aparat kepolisian lebih selektif melihat persoalan ini, karena dengan ditutupnya tambang Galian C, telah berdampak pada perekonomian serta hajat hidup masyarakat banyak.

Ia mengkhawatirkan, penutupan tambang rakyat ini akan berdampak pada konflik, karena ini bersentuhan dengan keberlangsungan hidup masyarakat bawah.

Olehnya ia berharap, sebaiknya aparat kepolisian mencari solusi agar permasalahan ini cepat terselesaikan.

“Saya berharap ada solusi yang bisa di selesaikan oleh aparat kepolisian,” tuturnya.

Sementara Kapolres Tolitoli, AKBP M. Ikbal Alqudusi, SH, SIK, yang dihubungi belum dapat memberikan keterangan. Karena sedang mengikuti pengarahan dari Waka Polda Sulteng.

“Maaf saya ada dampingi Wakapolda Sulteng. Jadi silahkan langsung ke Kasat Serse,” jawabnya singkat. [***]

 

Penulis; Mad
Editor; Agus Manggona

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News