Akuntan Publik: Kasus Asabri Mirip Jiwasraya

PT ASABRI (Persero).
Bagikan Artikel Ini
  • 61
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Ketua umum Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI) Tarkosunaryo menyatakan kasus Yayasan Asuransi ABRI (Asabri) memiliki pola yang sama dengan kasus Jiwasraya.

“Terkait dengan yang Asabri itu dari pola laporan keuangannya kita (dengan Jiwasraya) hampir sama ya. Karena yang lengkap 2016 saja, 2017 tidak,” jelasnya pada pemaparan publik pada Senin (13/1/2020).

Baca Juga

Dia mengatakan bahwa laporan keuangan lengkap yang dipublikasikan hanya hingga 2016 saja. Tarkosunaryo mengungkapkan bahwa sejak 2017 data yang dirilis oleh perusahaan asuransi jiwa sosial milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tersebut tidak lengkap.

“Artinya setelah itu (tahun 2016) kayaknya tertutup, tidak bisa dilihat,” papar Tarkosunaryo.

Hal senada juga disampaikan Menko Polhukam Mahfud MD, yang menyebut modus operandi dugaan korupsi di PT Asabri (Persero) memiliki kemiripan dengan dugaan korupsi di PT Asuransi Jiwasraya. Bahkan, dia menyatakan kemungkinannya juga sejumlah pelaku dugaan korupsi di PT Asabri diduga ikut korupsi di PT Asuransi Jiwasraya.

“Modus operandinya sama (dengan Jiwasraya). Mungkin ada beberapa orangnya yang sama,” ujar Mahfud di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (13/1/2020).

Namun, Mahfud enggan secara detil membeberkan modus dan pelaku dalam korupsi yang diperkirakan di atas Rp10 triliun itu. Dia hanya memastikan bakal membongkar dugaan korupsi tersebut karena merugikan banyak pihak, terutama personel TNI.

Mahfud menyampaikan uang asuransi milik prajurit TNI seharusnya tidak dikorupsi. Sebab prajurit tidak memiliki nafkah lain selain dari negara selama berkarir.

Bahkan, dia menyebut pesiunan militer tidak memiliki tempat tinggal karena harus keluar dari asrama.

Lebih lanjut, Mahfud menerangkan, PT Asabri semula berupa yayasan. Selain itu, korupsi pernah terjadi di Asabri pada tahun 2000-an dan melibatkan TNI aktif dan swasta.

Loading…

“Sekarang kok terjadi lagi sesudah negara mengeluarkan duit untuk prajurit,” ujarnya.

Di sisi lain, Mahfud mengatakan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto yang akan fokus menyelesaikan persoalan tersebut sesuai dengan lingkup PT Asabri di luar BUMN.

“Kan tentara itu, kok jadi terjadi lagi. Nampaknya itu nanti akan jadi banyak porsi perhatian Pak Menhan,” ujar Mahfud.

Seperti diketahui, kasus Asabri mencuat ke publik setelah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Mahfud MD menduga adanya kasus korupsi. Ia menduga korupsi yang dilakukan mencapai Rp10 triliun.

Sementara, Manajemen Asabri membantah sejumlah pemberitaan yang beredar terkait perusahaan baru-baru ini. Salah satu isu yang mencuat adalah dugaan korupsi di tubuh perusahaan. Manajemen menegaskan kegiatan operasional terutama proses penerimaan premi, proses pelayanan, dan proses pembayaran klaim berjalan dengan normal dan baik.

“Asabri dapat memenuhi semua pengajuan klaim tepat pada waktunya,” klaim perseroan dalam pernyataan resmi, dikutip Senin (13/1/2020).

Sehubungan dengan kondisi pasar modal di Indonesia, manajemen mengakui terdapat penurunan investasi yang bersifat sementara.

“Namun demikian, manajemen Asabri memiliki mitigasi untuk memulihkan penurunan tersebut,” jelasnya.

Dalam melakukan penempatan investasi, perseroan menegaskan selalu mengedepankan kepentingan perusahaan sesuai dengan kondisi yang dihadapi.

Manajemen perusahaan mengklaim selalu mengedepankan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) dan patuh terhadap peraturan dan perundang-undangan yang berlaku dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Asabri adalah perusahaan asuransi jiwa bersifat sosial yang diselenggarakan secara wajib berdasarkan undang-undang dan memberikan perlindungan finansial untuk kepentingan prajurit TNI, anggota Polri dan PNS Kemhan/Polri. [***]

Sumber; CNNIndonesia

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA