Aminuddin Ponulele, “Maestro” Politik yang Dikagumi Masyarakat Sulteng

  • Whatsapp
Prof (Em) Drs H. Aminudidin Ponulele,MS.
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Rasanya tidak berlebihan jika kita menjuluki, Prof (Em) Drs H Aminudidin Ponulele MS sebagai seorang maestro politik di bumi Sulawesi Tengah (Sulteng). D imata masyarakat Sulteng, Aminuddin Ponulele adalah salah seorang putera terbaik, yang piawai serta ahli di bidang politik.

Kiprah serta jam terbang Aminuddin Ponulele di kancah politik tidak diragukan lagi. Pria yang lahir di Palu pada 5 Juli 1939 ini merupakan salah satu politisi ulung di Provinsi Sulteng. Perjalanan karir politiknya sangat gemilang bersama Partai Golkar. Sebagai bukti, ia dua kali menjabat sebagai Ketua DPRD Provinsi Sulteng hingga saat ini.

Baca Juga

Berkat akselerasi politik Aminuddin Ponulele yang begitu gesit, mengantarkanya ke kursi Ketua DPRD Sulteng periode 1988-2001, Gubernur Sulteng periode 2002– 2006 serta pada tahun 2014-2019, dia berhasil menjalankan karirnya sebagai Ketua DPRD Sulteng hingga saat ini.

Di tangan Aminuddin Ponulele, Partai Golkar Sulteng berhasil mendominasi perebutan kursi legislatif pada 2014 lalu dengan merebut 7 kursi dari total 45 kursi DPRD Sulteng. Hal ini tentunya tidak diraih dengan hanya berpangku tangan, tetapi Aminuddin Ponulele melakukanya dengan penuh pengorbanan dan kerja keras.

Terlepas dari semua itu, Aminuddin Ponulele pernah manjabat sebagai Rektor Universitas Tadulako pada tahun 1994-1998. Ia juga memiliki segudang karya, pengalaman serta penghargaan termasuk di dalamnya 10 karya ilmiah.

“Di situlah seorang Prof Aminuddin menunjukan kelasnya sebagai sosok pemimpin kaliber yang dikagumi masyarakat. Sebab ia menunjukan karakteristik seorang pemimpin yang berpolitik dengan akal sehat, kerja keras dan hati yang sejuk, serta jiwa yang tenang dan beretika dalam menghadapi lawan-lawan politik, Pancasialis dan religius,” tutur Nizar Dg Rahmatu salah seorang pengusaha kepada Jurnalsulawesi.com, pada Kamis (20/9/2018).

Nizar yang juga Wasekjen GP Ansor Pusat ini pun tidak menampik jika keberhasilan usahanya selama ini, tidak terlepas dari campur tangan Aminuddin Ponulele yang selalu memberikan wejenangan serta mengajarkan kebaikan kepada semua orang. “Jadi keberhasilan saya ini berkat saran dan masukan sang begawan politik pak Prof Aminuddin Ponulele,” tuturnya.

Hal serupa diungkapkan mantan anggota DPRD Kabupaten Buol, Abdul Razak BM Radjak SH. Di mata Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulteng ini, Prof Aminuddin Ponulele adalah sosok yang dikenal sangat piawai dalam menanggapi issu, lalu mampu memainkannya sebagai komoditas politik. Ia adalah politisi kawakan yang mampu memainkan seni peran dalam politik.

“Itulah sosok Aminuddin Ponulele sang “maestro” politik dan “sutradara” jenius, dan secara pribadi Aminuddin Ponulele adalah orang tua sekaligus guru spiritual politik saya,” tandasnya.

Ditambahkan Abdul Razak, ada ungkapan yang hingga saat ini masih terus melekat dibenaknya dan hampir terpantaskan brand ini cukup populer di telinga para politisi,
“Restu Lasoso”. Bagi saya, brand ini sangat keramat dan harus dipatuhi. Apalagi dalam sebuah ajang atau hajatan politik di daerah ini.

“Mengapa demikian, karena ketokohan Aminuddin Ponulele sangat diperhitungkan, termasuk oleh lawan-lawan politiknya,” cetus Abdul Razak.

Bahkan pengakuan seorang pengusaha Wawan Setiawan SH, sosok Prof Aminuddin Ponulele adalah sang inspiratif, yang dikenal oleh semua kalangan termasuk generasi milenial.

“Sangat beralasan jika beliau masuk dalam bursa tokoh nasional, karena telah mampu meletakkan pondasi dasar di Sulteng,” pungkasnya. [***]

Penulis; Agus Manggona

Pos terkait

Google News