Amirullah: Belum Kantongi IMB, Gedung Rektorat IAIN Palu Bisa Dibongkar

Amirullah, SH.
Bagikan Artikel Ini
  • 256
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Gelombang reaksi atas kebijakan pembangunan gedung Rektorat Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Palu yang menelan dana sekira Rp20,199 miliar, terus mengundang polemik di kalangan masyarakat. Masalahnya, ada persoalan mendasar yang belum dipenuhi yakni Izin Mendirikan Bangunan (IMB), namun pembangunannya tetap dilakukan.

“Jika benar belum mengantongi IMB, maka gedung rektorat IAIN ini bisa di bongkar,” kata praktisi hukum Sulteng Amirullah, SH kepada JurnalNews.ID, Rabu (4/12/2019).

Baca Juga:

Menurut Amirullah, Peraturan Daerah (Perda) Kota Palu Nomor 6 Tahun 2011 tentang Bangunan Gedung, bagian ketiga tentang pembongkaran gedung Pasal 54 sangat jelas menyebutkan, Kepala Daerah dapat memerintahkan kepada pemilik bangunan untuk membongkar bangunan yang dinyatakan, pertama rapuh, kedua membahayakan keselamatan umum, ketiga tidak sesuai dengan fungsi peruntukan dalam arahan RTRW Kota, serta keempat; Tidak memiliki izin mendirikan bangunan (IMB).

“Jadi sangat jelas regulasinya. Harusnya penuhi dulu kaidah-kaidahnya hukum dan lingkungan, baru membangun,” ujar Advokot muda ini.

Loading…

Belum lagi tambahnya, Pemerintah telah mengeluarkan kebijakan melalui himbauan, bahwa di areal pesisir pantai Kota Palu, radius 100 hingga 200 meter, tidak diperkenankan untuk membangun pemukiman warga yang terdampak tsunami. Begitu pun kepada warga yang kawasan pemukiman mereka, masuk dalam zona merah imbas dari gempa bumi dan likuifaksi.

“Jika masyarakat biasa dilarang membangun di kawasan yang masuk zona merah, maka harusnya yang lain juga diperlakukan sama. Agar tidak menimbulkan adanya kesan tebang pilih. Tidak hanya rumah-rumah dalam lorong saja jika ingin dibangun harus kantongi dulu IMB,” cetus Amirullah.

Amrullah berharap, Pemerintah Daerah segera merespon permasalahan ini. Karena menyangkut kaidah hukum, sisi geografis serta aspek kerentanan terhadap bencana alam. Apalagi diketahui saat musibah gempa bumi dan tsunami medio 28 September 2018 lalu, kampus IAIN Palu juga menjadi salah satu yang terdampak dengan banyak gedung yang rusak parah setelah diterjang tsunami.

“Mestinya semua aspek dipertimbangkan, karena bagaimana pun IAIN Palu ini, salah satu universitas kebanggaan masyatakat Sulteng,” pungkasnya. [***]

Penulis; Agus Manggona

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA