Analisa dan Sejarah Gempa Majene yang Dipicu ‘Sesar Naik Mamuju’ Hingga Potensi Gempa Susulan

  • Whatsapp
Tim SAR berupaya mengevakuasi korban yang terjebak di reruntuhan bangunan yang ambruk akibat gempa Majene berkekuatan magnitudo 6.2 yang terjadi Jumat 25 Januari 2021 Pukul 02.28 WITA. | Foto: Basarnas
Bagikan Artikel Ini
  • 47
    Dibagikan

JurnalNews – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengatakan bahwa gempabumi tektonik yang mengguncang wilayah Majene, Sulawesi Barat (Sulbar), merupakan jenis gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang diakibatkan adanya aktivitas sesar aktif.

Menurut BMKG, hasil analisa tersebut didapatkan dengan memperhatikan lokasi pusat gempa atau episenter dan kedalaman hiposenternya, baik gempa signifikan pertama maupun yang kedua.

Lihat Juga

“Baik gempa signifikan pertama dan kedua yang terjadi merupakan jenis gempa kerak dangkal,” jelas BMKG dalam keterangan resmi, Jumat, 15 Desember 2021.

Sebagaimana informasi sebelumnya, gempabumi yang pertama sebagai pembuka atau foreshock dilaporkan terjadi pada Kamis 14 Januari 2021 pukul 13.35 WIB dengan Magnitudo 5,9 pada episenter 2,99 LS dan 118,89 BT atau di darat pada jarak 4 kilometer (km) arah Barat Laut Majene, Sulawesi Barat, kedalaman 10 km.

Selanjutnya, gempa yang kedua atau mainshock terjadi pada Jumat 15 Januari 2021 Pukul 01.28 WIB dini hari dengan magnitudo 6,2 pada episenter 2,98 LS dan 118,94 BT atau di darat pada jarak 6 km arah Timur Laut Majene, Sulawesi Barat, kedalaman 10 km.

Adapun dugaan sementara BMKG, gempabumi yang tercatat menewaskan sebanyak 42 jiwa tersebut dipicu oleh adanya Sesar Naik Mamuju atau Mamuju Thurst.

“Diduga kuat pemicu gempa ini adalah Sesar Naik Mamuju,” jelas BMKG.

Hal itu dibuktikan dari hasil analisis mekanisme sumber yang menunjukkan bahwa gempa memiliki mekanisme pergerakan naik atau thurst fault.

BMKG juga mengatakan bahwa mekanisme sesar naik ini mirip dengan pembangkit gempa Lombok yang terjadi pada 2018, yang mana bidang sesar membentuk kemiringan bidang sesar ke daratan.

Berita Terkait

Google News