Anggota Komisi I Dorong Lahirnya Perda AIDS

  • Whatsapp
Aripuddin Hatba. [Ist]
Bagikan Artikel Ini

Donggala, Jurnalsulawesi.com – Anggota Komisi I DPRD Donggala, yang membidangi Pemerintahan, Pendidikan, Kesehatan, dan Pariwisata, Aripuddin Hatba mengaku prihatin atas meningkatnya jumlah penderita AIDS di Kabupaten Donggala. Menurutnya, penyebaran penyakit mematikan ini dari tahun ketahun mengalami kenaikan yang signifikan.

Politisi Demokrat itu mengatakan, penderita penyakit AIDS biasanya kita saksikan di layar TV atau di media massa lainya, tapi saat ini penyakit itu sudah ada di Kabupaten Donggala

Baca Juga

“Dari informasi yang saya terima, sudah puluhan warga kita terjangkit penyakit AIDS dan beberapa diantaranya sudah meninggal dunia. Hal ini tentunya menjadi sesuatu yang menguatirkan, karena penyebaranya begitu cepat,” ujarnya, di Kantor DPRD Donggala, Jumat (5/5/2017).

Untuk menanggulangi laju penyebaran penyakit ini, Aripudin berpendapat Pemerintah Daerah Kabupaten Donggala, bersama instansi terkait agar terus aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait bahaya AIDS. Menurutnya, besar kemungkinan penyakit AIDS yang menyebar di Kabupaten Donggala ditularkan melalui hubungan seksual dengan orang yang terjangkit penyakit AIDS.

Apalagi kata dia, hampir semua Kecamatan di Donggala sangat terbuka, sehingga sangat memudahkan penyakit itu masuk. Dia juga mengingatkan kepada warga yang sudah menikah untuk tidak suka “jajan” di luar, sebab itu berpotensi tertular AIDS.

“Sebagai DPRD, kami akan akan mendorong lahirnya regulasi untuk mengatur dan menanggulangi penyebaran AIDS di Kabupaten Donggala,”ungkapnya.

Sebelumnya, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kabupaten Donggala, Marie Walandow merilis, dalam enam bulan terakhir di Donggala ada tiga orang warga meninggal dunia karena terjangkit AIDS . Sedangkan untuk enam tahun terakhir yang terjangkit AIDS sebanyak 26 orang dan HIV 28 orang. Dari jumlah tersebut 17 orang telah meninggal, diantara korban meninggal tersebut, 5 orang merupakan warga kota Donggala.

Dari data KPA, penderita AIDS cenderung mengalami peningkatan setiap tahunnya, belum termasuk yang tidak terdeteksi kemungkinan lebih besar. Kalau tidak terus dilakukan sosialisasi dan upaya penaggulangan sedini mungkin, kata dia, maka sangat mengkawatirkan semakin bertambah jumlah penderita AIDS di Kabupaten Donggala. Saat itu KPA mengeluhkan minimnya kepedulian Pemerintah Kabupaten Donggala dalam memberi bantuan, sehingga KPA sangat terbatas dalam melakukan penyuluhan dan pemeriksaan sampel darah bagi orang yang kemungkinan terjangkit HIV/AIDS.

Namun Marie menuturkan, meskipun dengan dukungan dana yang terbatas, KPA Donggala tetap melakukan sosialisasi dan kampanye penanggulangan bahanya penyakit tersebut dalam bentuk pameran misalnya. KPA kata dia terus berpartisipasi melakukan pemeriksaan darah untuk mendeteksi penyakit itu sedini mungkin.

“Kami memintah pemerintah Kabupaten Donggala benar-benar serius memberikan perhatian yang cukup dalam membantu kampanye tentang bahaya HIV/AIDS, terutama pencegahan dini dengan partisipasi semua pihak,” pintanya. [***]

Rep; Jose Rizal
Red; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News