Anies Baswedan: Alkhairaat Sumber Kecemerlangan Masa Depan Bangsa

  • Whatsapp
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama Gubernur Sulteng Longki Djanggola, Ketua Umum MUI KH Ma'ruf Amin dan Habib Saggaf Bin Muhammad Aljufri (Cucu Guru Tua) pada Haul pendiri Alkhairaat Habib Syaied Idrus Bin Salim Aljifri ke-51 di Kompleks Alkhairaat, Palu, Sabtu (15/6/2019). [Ist]
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyatakan Alkhairaat menjadi sumber kecermelangan masa depan bangsa, atas eksistensi dan peran lembaga pendidikan tersebut yang dibawa oleh Habib Sayyid Idrus bin Salim Aljufri (Guru Tua).

“Alkhairaat adalah titipan Guru Tua untuk masa depan. Bicara Guru Tua, bukan hanya sebatas membicarakan masa lalu. Tetapi berbicara tentang masa depan,” ucap Anies Baswedan saat menyampaikan sambutan dalam Haul 51 Tahun Guru Tua di Palu, Sabtu (15/6/2019).

Baca Juga

Mantan Menteri Pendidikan RI itu hadir dalam Haul Guru Tua. Anies tiba di Kota Palu, Jumat (14/6/2019). Ia direncanakan balik ke Jakarta, Sabtu 15/6 usai mengikuti Haul Guru Tua.

“Saya bersyukur bisa hadiri haul ulama besar, Guru Tua,” sebut Anies yang dikutip Antara.

Alkhairaat merupakan suatu lembaga pendidikan Islam dan ilmu umum, yang memiliki tingkatan pendidikan mulai dari jenjang anak usia dini hingga perguruan tinggi.

Guru Tua menjadi pelopor utama keberadaan pendidikan tersebut. Hingga saat ini, Alkhairaat memiliki 600 madrasyah mulai dari tingkatan anak usia dini hingga SLTA.

Mengawali sambutannya di hadapan puluhan ribu umat Islam yang hadir, Anies menyebut di tempat berlangsungnya haul atau 51 tahun yang lalu, Guru Tua, roh dan jasadnya meninggalkan kita semua.

“Akan tetapi, ajaran dan ilmu yang diajarkannya tidak meninggalkan kita,” ujar dia.

Karena itu, sebut dia, Alkhairaat jangan dipandang sebagai warisan masa lalu oleh Guru Tua, melainkan sebagai warisan masa depan.

“Ketika saya membaca biografi perjalanan Guru Tua, ia adalah ulama besar yang luar biasa. Ia ulama yang memikirkan masa depan,” sebut dia.

Lembaga Pendidikan Alkhairaat, menurut Anies, adalah bukti bahwa Guru Tua memikirkan tentang masa depan.

“Begitu bicara pendidikan Alkhairaat, maka Alkhairaat adalah masa depan. Bukan masa lalu,” ujar dia.

Alkhairaat memiliki peran dan fungsi yang sangat strategis. Karena itu, generasi Alkhairaat harus dapat memainkan peran dalam menghadapi tantangan dan kondisi perkembangan zaman.

Peran pendidikan oleh Alkhairaat yang sesuai dengan perkembangan zaman, menurut dia, harus di ikutkan dengan keterbukaan.

“Keterbukaan dan luasnya wawasan menjadi ciri khas Allhairaat,” kata Anies.

Dihadiri Ribuan Umat
Haul pendiri Alkhairaat Habib Sayyid Idrus Bin Salim al-Djufrie atau Guru Tua di Palu, dihadiri ribuan warga Muslim dari berbagai daerah.

Para alumni Alkhairaat (abna’ Alkhairaat) sejak shubuh sudah memadati tenda-tenda yang disediakan penyelenggara di Kompleks Alkhairaat, Jalan Sis Aljufri Palu, untuk menghadiri haul ke-51 Guru Tua. Tenda-tenda yang tersedia sampai tidak mampu menampung karena jamaah membeludak.

Bagi warga Muslim Sulawesi Tengah, acara haul itu sekaligus menjadi ajang untuk bersilaturahim.

Aswadin, warga Parigi, Kabupaten Parigi Moutong, termasuk di antara mereka yang setiap tahun menghadiri acara haul Guru Tua. “Antusias umat Muslim sangat tinggi, orang datang dari berbagai penjuru bahkan ada dari daerah lain, seperti kami dari Parigi,” tutur Aswadin.

Dia mengatakan Parigi dan sekitarnya merupakan salah satu tempat Guru Tua berdakwah dan tempat tinggal alumni Alkhairaat.

Sementara Zul Fikar, warga Kabupaten Donggala, menyebut Guru Tua sebagai pembawa pendidikan Islam yang sangat berjasa bagi warga Sulawesi Tengah.

Guru Tua merupakan ulama sekaligus tokoh pendidik yang menyampaikan syiar Islam ke berbagai bagian negeri, termasuk Pulau Jawa, Gorontalo, Sulawesi Utara, Ternate, dan Maluku Utara hingga menetap di Sulawesi Tengah, tempatnya membangun pusat pendidikan Islam yang dinamai Alkhairaat.

“Itu sebabnya kami rela jauh-jauh datang ke sini, karena menghargai jasa Guru Tua meskipun kami lahir di generasi sesudah beliau,” kata Zul Fikar, yang menilai Guru Tua layak dinobatkan sebagai pahlawan nasional.

Agenda tahunan Alkhairaat dihadiri Ketua Utama Alkhairaat Habib Sayyid Saggaf bin Muhammad al-Djufrie beserta para ulama dan kepala daerah, termasuk Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola dan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, serta calon wakil presiden KH Ma”ruf Amin. [***]

Puluhan ribu warga dari dalam dan luar negeri menghadiri peringatan hari wafat (Haul) ke-51 tahun Guru Tua atau Sayyid Idrus bin Salim Aljufri di Palu, Sulawesi Tengah, Sabtu (15/6/2019). [Antara]
Editor; Sutrisno
Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News