Anwar Hafid: Dosa Pemimpin Jika Rakyatnya Tak Bisa Berobat dan Sekolah

  • Whatsapp
Drs H. Anwar Hafid, M.Si. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 487
    Shares

Palu, JurnalNews.id– Mantan Bupati Morowali dua periode Drs H Anwar Hafid, M.Si masih tetap istiqomah membela serta memperjuangkan kepentingan dan hak-hak rakyat.

Dihadapan ratusan warga di Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong (Parimo), anggota Komisi IX DPR-RI kembali menyoroti kebijakan pemerintah yang akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan sebesar 100 persen untuk semua kelas.

Baca Juga

“Dosa bagi seorang pemimpin jika masih ada rakyatnya terpapar di rumah karena tidak ada biaya untuk berobat. Apalagi sampai tidak bisa mengenyam dunia pendidikan,” kata Ketua Ketua DPD Partai Demokrat Sulteng, Kamis (26/12/2019).

Anwar yang juga bakal calon (Balon) Gubernur Sulteng ini menegaskan, kesehatan dan pendidikan adalah tanggung jawab negara, sehingga harus dipikirkan bagaimana meringankan beban rakyat untuk mendapatkan keringanan pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Dikatakannya, sektor kesehatan adalah salah satu bagian yang menjadi kebutuhan masyarakat, khususnya yang bukan Pegawai Negeri, Pegawai Swasta, ataupun institusi TNI/Polri dan anggota legislatif.

“Jika aparatur pemerintah, swasta, pejabat publik atau legislator kesehatannya ditanggung negara, tidak ada salahnya jika rakyat kita yang tidak berpenghasilan tetap dan lain-lain juga dibantu negara. Minimal iurannya tidak melangit sehingga mereka bisa menikmati layanan kesehatan,” tuturnya.

Menurutnya mengatur kemaslahatan rakyat merupakan tanggungjawab terbesar seorang pemimpin. Karena kemakmuran atau kesengsaraan masyarakat, sangat tergantung pada peran pemimpinnya.

“Ketika seorang pemimpin berlaku adil dan peduli maka masyarakat akan sejahtera. Demikian sebaliknya, tapi ketika pemimpin tersebut berlaku zalim dan tidak jujur dalam menjalankan amanahnya maka rakyat pun akan berujung pada kesengsaraan,” ujarnya Bakal Calon (Balon) Gubernur Sulteng ini.

Anwar Hafid menegaskan kemajuan serta raihan keberhasilan Kabupaten Morowali karena niat dan tekad seorang pemimpin. Sebagai contoh saat ia menjabat sebagai Bupati Morowali. Kabupaten Gemuruh ini mengalami pertumbuhan ekonomi hingga 60 persen, atau 12 kali lipat rata-rata pertumbuhan nasional.

“Pertumbuhan ekonomi yang tinggi ini bukan kebetulan. Ini hasil kerja keras semua pihak. Hasil kerjasama kepala daerah, pimpinan pusat, dan seluruh warga Morowali,” tegasnya.

Anwar Hafid juga merupakan satu-satunya Bupati yang berani menjamin seluruh masyarakat Kabupaten Morowali di luar ASN, TNI/Polri, karyawan swasta, menikmati layanan kesehatan gratis meskipun hanya di kelas III pada masa jabatannya sebagai Bupati Morowali.

Program pendidikan gratis yang digulirkan Anwar Hafid mulai dari Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). Saat itu, Morowali menjadi satu-satunya kabupaten yang menerapkan pendidikan gratis hingga SMA.

Diperiode kepemimpinannya yang kedua, program pendidikan dan kesehatan gratis masih tetap bergulir. Bahkan terkhusus di sektor pendidikan, kini putera-puteri Morowali bisa berkuliah dengan mudah, pasalnya terobosan fenomenal yang diluncurkan .Anwar Hafid diperiodenya yang kedua, yaitu kuliah gratis.

Pemerintah Kabupaten Morowali ketika itu, menganggarkan APBD untuk bantuan dana pendidikan Strata 1 bagi putera-puteri Morowali.

Hal ini tentunya bertujuan untuk memajukan kualitas SDM anak-anak daerah. Dengan adanya program tersebut, tentunya semua pihak berharap bahwa tidak akan ada lagi anak-anak Morowali yang tidak kuliah hanya karena terhambat persoalan ekonomi, karena pemerintah kabupaten telah menyiapkan dana untuk membantu biaya perkuliahan.

Program yang termasuk satu-satunya di Indonesia ini kata Anwar Hafid, bukannya tanpa rintangan. Harus diakui bahwa tidak semua rencana akan berjalan dengan mulus. Mulai dari persoalan pendataan serta kendala-kendala lainnya menjadi penghambat bagi program ini diawal peluncurannya pada tahun 2013.

Namun, tentunya itu adalah hal biasa yang pasti terjadi. Bahwa, segala sesuatu akan terasa rumit pada awal-awalnya, namun ketika sudah mulai berjalan, pelan-pelan akan menjadi ringan.

Program kuliah gratis adalah sesuatu yang mulia, perwujudan dari tanggungjawab negara terhadap warganya, seperti diamanatkan bahwa tiap-tiap warga negara berhak atas pendidikan. Hanya saja kemudian, program ini perlu pengawasan yang ketat dari semua elemen yang ada, agar benar-benar berjalan seperti seharusnya.

“Sebab, sebagus apapun sebuah rencana, jika pelaksananya tidak profesional maka pelaksanaannya akan melenceng dari rencana, bahkan bisa-bisa merugikan daerah/negara,” tegas Anwar Hafid yang disambut applaus masyarakat.

Tidak hanya itu Anwar Hafid juga mengeluarkan kebijakan, bahwa kepada seluruh aparatur sipil negara (ASN) utamanya yang beragama Islam, jika suara azan berkumandang, maka hentikan semua aktifitas lalu memakmurkan masjid dengan shalat berjamaah. Begitupun kepada ASN yang beragama lain untuk ibadah berjama’ah sesuai keyakinan masing-masing.

“Kesejahteraan, keamanan serta ketenangan rakyat akan ditentukan oleh Allah SWT. Begitu pun juga, jika daerah mau maju dan makmur, maka penuhi masjid, dan rumah- rumah ibadah,” tegasnya.

Ia mengungkapkan, hal paling mendasar dan menjadi tanggungjawab seorang pemimpin adalah bagaimana rakyatnya bisa mengenyam pendidikan dan kesehatan dengan mudah. Bukan justru membebani rakyat.

“Prinsif hidup saya, lebih baik berhenti jadi pemimpin dari pada takut berhutang demi rakyat,” pungkas Ketua Komda Alkhairaat Kabupaten Morowali ini.[***]

Penulis; Agus Manggona

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News