Anwar Hafid Sebut Lima Langkah Cepat untuk Majukan Sulteng

Anwar Hafid saat memaparkan visi-misi di DPD Gerindra Sulteng, Senin (14/10/2019) sore. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 191
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Bakal calon Gubernur Sulawesi Tengah (Sulteng) Anwar Hafid, memaparkan visi-misi di DPD Gerindra Sulteng, Senin (14/10/2019) sore.

Dalam paparan visi-misinya yang bertema “Sulteng Bergerak Menuju Provinsi Terdepan di Indonesia Tahun 2025” di hadapan Badan Seleksi Bacagub DPD Partai Gerindra, Anwar Hafid menegaskan, bila terpilih sebagai gubernur Sulteng pada Pilkada 2020 mengatakan, ia akan melakukan lima langkah dan gerak cepat, untuk memajukan Provinsi Sulawesi Tengah.

Baca Juga

Menurut Anwar, kelima langkah itu yakni, Penanganan cepat empat wilayah terdampak bencana, Kepastian hunian tetap bagi korban bencana, Memaksimalkan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu, Pendidikan Gratis hingga jenjang SMA, Kesehatan Gratis serta Pendidikan Vokasi.

“Dari pengalaman saya menjabat Bupati Morowali selama dua periode, yang terpenting untuk diperhatikan adalah sektor kesehatan dan pendidikan,” jelasnya.

Bahkan ia menyebutkan, saat pertama kali menjabat sebagai bupati, APBD Morowali hanya sebesar Rp600 miliar.

Pada awal kepemimpinannya tambah Anwar, ia langsung menerapkan sistem pendidikan gratis dan kesehatan gratis.

“Saya selalu ditanya, uangnya dari mana? Tetapi dengan tekad dan kerja keras, saya berhasil melaksanakan program itu,” ujarnya.

Bahkan kata Anwar, di bawah kepemimpinannya Pemkab Morowali membangun rumah sakit besar dan membayar tunjangan dokter tertinggi di Provinsi Sulteng.

“Awalnya tidak ada yang mau, tapi dengan diberikan tunjangan yang cukup besar, sekarang sudah puluhan dokter spesialis yang ada di Morowali,” imbuhnya.

Loading…

Karena itu kata Anwar, jangan sampai ada rakyat Sulteng yang tidak bisa mengakses pelayanan kesehatan hanya karena tidak mampu.

Disebutkannya, khusus kelas III rumah sakit di Morowali itu gratis. “Mampu dan tidak mampu kalau berobat dan dirawat di kelas III, semunya dilayani dengan gratis, yang biayanya diambil dari jaminan kesehatan daerah,” katanya.

Selama menjabat sebagai Bupati Morowali, Anwar mengaku menolak mengintegrasikan jaminan kesehatan daerah dengan Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Bahkan katanya, beberapa kali ia menolak permintaan Gubermur Sulteng untuk menandatangani kerjasama dengan BPJS Kesehatan tapi saya tolak.

“Kenapa saya tolak? Karena hanya dengan Rp9 miliar, saya bisa menggratiskan pelayanan kesehatan bagi rakyat Morowali. Tapi bila terintegrasi dengan BPJS, maka kita membayar sampai Rp40 miliar. Dipakai atau tidak tetap harus bayar,” terang Anwar.

Sementara di sektor pendidikan, Anwar Hafid telah mengembangkan pendidikan vokasi dengan mendirikan Politeknik bersama Kementerian Perindustrian.

“Saat ini lulusannya sudah terserap di perusahaan-perusahaan seperti IMIP,” ujar Anwar yang juga Ketua DPD Demokrat Sulteng.

Di akhir pemaparannya Anwar Hafid mengatakan siap diposisikan sebagai calon gubernur maupun wakil gubernur dari Partai Gerindra. Anwar Hafid juga mengaku siap mengikuti aturan yang ditetapkan Partai Gerindra.

“Saya siap di mana saja, yang penting niat untuk membangun daerah dan rakyat Sulawesi Tengah bisa saya lakukan. Lahir batin saya siap mengikuti aturan Partai Gerindra,” kata Anwar, mengakhiri pemaparan visi dan misinya. [***]

Penulis; Agus Manggona

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA