Aturan Baru PPKM Level 4, Mall dan Sekolah Tatap Muka Dibuka

  • Whatsapp
Tim Gabungan melakukan penyekatan di sejumlah titik di Jakarta, selama PPKM Darurat. | Foto: PMJ News
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Pemerintah resmi memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 2 hingga 4 yang berlaku hingga 16 Agustus 2021 untuk Jawa-Bali. Sedangkan luar Jawa-Bali berlaku hingga 23 Agustus 2021.

“Atas arahan Bapak Presiden Republik Indonesia, maka PPKM Level 4, 3, dan 2, di Jawa-Bali akan diperpanjang sampai tanggal 16 Agustus 2021,” kata Koordinator pelaksanaan PPKM Jawa-Bali, Luhut Binsar Pandjaitan dalam konferensi pers, Senin, 9 Agustus 2021.

Baca Juga

Keputusan memperpanjang PPKM Jawa-Bali level 4, 3, dan 2 kembali diterapkan lantaran terbukti ampuh menurunkan kasus positif Covid-19 sebanyak 59,6 persen dari puncak kasus pada 15 Juli 2021.

Pemerintah juga melonggarkan beberpa peraturan yang berlaku pada PPKM level 4 kali ini.

Berikut aturan baru PPKM Level 4  yang diperlonggar:

1. Mall Dibuka
Pusat perbelanjaan atau mall akan mulai dibuka. Uji coba pembukaan mall aka dilakukan di empat daerah yaitu, Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya.

Meski pusat perbelanjaan akan dibuka, pemerintah menegaskan sektor perbelanjaan hanya boleh menerima kunjungan sebanyak 25 persen saja.

Pemerintah juga mematok syarat usia pengunjung pusat perbelanjaan, diantaranya lansia di atas 70 tahun dan anak di bawah umur 12 tahun dilarang masuk.

2. Sekolah Tatap Muka 50 Persen
Setelah menuai segala perdebatan, akhirnya pemerintah memperbolehkan sekolah tatap muka. Meski sekolah tatap muka mulai dibuka, pemerintah membatasi jumlah siswa/i yang hadir, sebanyak 50 persen saja.

3. Tempat Ibadah Dibuka
Pemerintah juga melonggarkan aturan di tempat ibadah selama PPKM level 4 Jawa-Bali.

Masyarakat diperbolehkan melakukan ibadah di rumah-rumah ibadah dengan jumlah kapasitas maksimal 25 persen (20 orang).

4. Sektor Ekspor WFO 100 Persen
Industri esensial berbasis ekspor di beberapa kota dalam cangkupan Jawa-Bali dapat menerapkan WFO atau bekerja dari kantor secara penuh (100 persen).

Meski memperbolehkan WFO, pemerintah meminta perusahaan membagi dua shift kerja untuk meminimalisir tersebarnya virus Covid-19.

5. Perjalanan Domestik
Pelaku perjalanan domestik wajib menunjukkan kartu vaksin (minimal dosis pertama), hasil tes PCR H-2 atau hasil tes antigen H-1. Sopir kendaraan logistik dikecualikan dari ketentuan memiliki kartu vaksin.

6. Transportasi
Transportasi umum massal, taksi konvensional dan online, serta kendaraan sewa/rental diberlakukan pengaturan kapasitas maksimal 50 persen.

7. Restoran
Restoran, kafe dengan lokasi yang berada dalam gedung atau toko tertutup, baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi di mal, hanya menerima delivery/take away dan tidak menerima makan di tempat.

Sedangkan restoran atau kafe dengan area pelayanan di ruang terbuka diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat sampai pukul 20.00 dengan kapasitas maksimal 25 persen.***

Berita Terkait

Google News