Aturan IMEI Berlaku 18 April 2020, Ponsel Ilegal Diblokir

[Ilustrasi]
Bagikan Artikel Ini
  • 173
    Shares

JurnalNews.id – Pemerintah telah menyusun kebijakan mengenai pengendalian International Mobile Equipment Identity (IMEI). Bila tidak ada aral melintang, aturan tersebut mulai berlaku pada April 2020.

Direktur Pengawasan Barang Beredar dan Jasa Kementerian Perdagangan (Kemendag) Ojak Simon Manurung menuturkan, peraturan pengendalian IMEI ini disusun bersama dua instansi lainnya, yaitu Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) dan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Baca Juga:

“Dengan telah disahkannya peraturan tentang pengendalian IMEI oleh 3 Kementerian secara bersama-sama pada tanggal 18 Oktober 2019 di Jakarta kemarin ya, maka secara teknik tiga peraturan menteri tersebut akan mulai berlaku 18 April 2020,” kata Ojak di Jakarta, Selasa (26/11/2019).

Dia mengungkapkan setiap produsen, importir, dan distributor ponsel wajib menjamin IMEI teregistrasi dan tervalidasi. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 78 Tahun 2019.

Loading…

Apabila pedagang ponsel resmi dan black market tidak mendaftarkan IMEI pada ponsel yang dijual, maka tidak bisa digunakan dan wajib ditarik dari peredaran. “Jadi di masa 18 Oktober 2019 sampai dengan 18 April 2020 masih bisa berdagang handphone katakanlah resmi dan enggak resmi (black market) masih bisa. Kalau IMEI pada perangkat tidak teregistrasi dan tervalidasi sesuai ketentuan maka perangkat wajib ditarik dari peredaran,” ujarnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pihaknya akan melakukan pengawasan berkala terhadap importir atau produsen ponsel mengenai pendaftaran IMEI. Apabila Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) menemukan importir atau pelaku usaha yang tidak menjamin IMEI dan tidak menarik produknya dari pasar, maka izin usahanya terancam dicabut.

“Ada pengawasan berkala oleh PPNS ya. Kalau tidak sesuai kita sanksi. Sanksinya bisa berupa penarikan barang atau pencabutan izin usaha,” ucapnya.

Kemendag menyarankan agar konsumen mengecek IMEI pada ponsel. Konsumen diimbau juga untuk membeli produk dari distributor resmi. [***]

Sumber; iNews

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA