Awas! Menelepon Saat Berkendara Bisa Dipenjara Tiga Bulan

  • Whatsapp
Ilustrasi. | Foto: pixabay
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Ditlantas Polda Metro Jaya mengimbau pengendara kendaraan bermotor sebaiknya berhati-hati dalam mengemudi.

Hal yang umum terjadi seperti mengobrol, menelepon, hingga bonceng tiga melanggar Undang-Undang (UU) dan bisa dijatuhi kurungan pidana atau penjara.

Baca Juga

Hal tersebut tercantum pada Undang-Undang No. 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Pasal 106. Ayat 1 tertulis setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

“Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tanpa kereta samping dilarang membawa penumpang lebih dari satu orang,” demikian tulis ayat 9, yang dikutip Kamis 14 Oktober 2021.

Sementara itu, Pasal 283, bagi mereka yang melanggar ayat 1 bisa dijatuhi kurungan pidana selama tiga bulan atau denda Rp750.000.

“Setiap orang yang mengemudikan sepeda motor tanpa kereta samping yang mengangkut penumpang lebih dari satu orang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 106 ayat 9 dipidana dengan pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp250.000,” terang pasal 292.

Kemudian, dalam penjelasan, yang dimaksud dengan penuh konsentrasi pada pasal 106 ayat 1 yaitu setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk.

Berikutnya, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Terdapat, beberapa norma atau aturan yang tidak tertulis untuk para pengendara kendaraan bermotor dan pengguna jalan raya lainnya.

Peraturan semacam itu terkait berhubungan erat dengan berkendara aman dan tidak memiliki sanksi secara hukum. Tetapi, bila dilanggar, dapat saja membahayakan diri sendiri dan keselamatan pengguna jalan lainnya.

Semuanya adalah jalur kiri untuk kecepatan lambat dan jalur kanan untuk mendahului, pindah lajur kasih tanpa memberi tanda, tidak mengobrol dengan sesama pengendara motor di jalan raya, tidak memainkan ponsel saat berkendara, dan tidak menggunakan trotoar. ***

Berita Terkait

Google News