Baguna DPD PDIP Sulteng Bantu Korban Banjir Masamba

  • Whatsapp
Ketua DPD PDIP Sulteng H Muharram Nurdin, didampingi Ketua Ketua Baguna PDIP Sulteng, Fandi Songgo, menyerahkan bantuan kepada korban banjir di Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Jumat (7/8/2020). [Ist]
Bagikan Artikel Ini

Masamba, JurnalNews.id – Tim Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) DPD PDI Perjuangan (PDIP) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) memberikan bantuan terhadap warga yang menjadi korban bencana banjir bandang di Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Jumat (7/8/2020).

Ketua Baguna PDIP Sulteng, Fandi Songgo, mengatakan, bantuan yang disalurkan tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana banjir bandang, yang melanda wilayah itu pada 17 Juli 2020 itu.

Baca Juga

Bantuan yang disalurkan kali ini berupa ratusan paket sembako yang serahkan langsung kepada korban terdampak di sejumlah lokasi pengungsian.

Fandi menambahkan, gerak cepat penyaluran bantuan ini dilakukan atas instruksi Ketua DPD PDIP Sulteng H. Muharram Nurdin, S.Sos, untuk segera menyalurkan bantuan kepada korban.

“Setibanya di lokasi, rombongan Baguna PDIP Sulteng langsung bergerak untuk menyalurkan bantuan, sesuai arahan Ketua DPD. Kami datang ke lokasi pengungsian bersama pengurus DPD PDIP Sulteng dan DPC Kota Palu,” ujar Fandi dalam keterangannya, Sabtu (8/8/2020)..

Senada dengan Ketua Baguna PDIP Sulteng, Ketua DPD PDIP Sulteng Muharram Nurdin, mengatakan, bantuan sembako ini merupakan bentuk kepedulian partai atas bencana banjir bandang yang melanda Kecamatan Masamba, Kabupaten Luwu Utara.

“Kita harus bergerak cepat dan bergotong-royong untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana alam di Kecamatan Masamba,” jelasnya Muharram Nurdin.

Menurut Muharram, Sejak 2010 PDIP telah memiliki Badan Penanggulangan Bencana (Baguna). Seluruh tim sudah dilatih Basarnas dan BNPB serta BMKG.

“Melalui Baguna, kami mengedepankan gerak cepat kemanusiaan partai untuk membantu korban bencana alam sebagai bentuk kepedualian terhadap sesama,” ujarnya.

Muharram juga mengatakan, dampak bencana banjir bandang yang sangat dahsyat ini harus menjadi bahan renungan betapa pentingnya menjaga lingkungan.

“Pelarangan penebangan hutan bersifat wajib, demikian pula kegiatan pertambangan harus memperhatikan kelestarian lingkungan. Karena itu, DPP PDIP telah memasukkan aspek lingkungan ini sebagai materi dalam sekolah para calon kepala daerah,” tutupnya.

Seperti diketahui, banjir bandang yang terjadi di Kecamatan Masamba pada Jumat (17/7/2020) itu telah mengabikabtkan puluhan orang meninggal dunia, ratusan hilang dan ribuan jiwa kehilangan tempat tinggal. Korban banjir terdapat di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sabbang, Baebunta dan Masamba.

BPBD Kabupaten Luwu Utara mencatat, jumlah penyintas mencapai 3.627 KK atau 14.483 jiwa. Jumlah ini belum termasuk mereka yang mengungsi di wilayah Kecamatan Baebunta Selatan, Malangke dan Malangke Barat. [***]

Berita Terkait

Google News