Bamsoet Baca Pantun di Pelantikan Presiden, Ini Kata Netizen

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet). [Merdeka]
Bagikan Artikel Ini
  • 107
    Shares

Jakarta, JurnalNews.id – Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) membuka paripurna pelantikan Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin periode 2019-2024 di Gedung MPR Jakarta, Minggu (20/10/2019).

Dalam pembukaan pelantikan itu, Bamsoet membacakan pidato yang cukup panjang hingga melontarkan pantun saat menyapa Prabowo Subianto. Netizen pun riuh mengomentari pidato dan pantun yang dilontarkan Bamsoet.

Baca Juga

Beberapa netizen menganggap pidato Bamsoet terlalu panjang dan membuat meme candaan.

Akun @dalangdigital berkelakar pidato pembukaan sidang mestinya diberi moderator Ira Koesno agar tidak terlalu panjang. Hal ini merujuk pada acara debat capres dan cawapres dengan perantara moderator agar pasangan capres cawapres tidak mengemukakan pendapat tidak terlalu lama.

Namun ada juga netizen lain mengapresiasi pidato Bamsoet.

Saat mengucapkan salam dan selamat datang kepada para Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Bamsoet sempat melontarkan pantun.

“Dari Teuku Umar ke Kertangera, dijamu nasi goreng oleh Ibu Mega. Meski Pak Prabowo tak jadi kepala negara, tapi masih tetap bisa berkuda dan lapang dada.”

Sebagian netizen menganggap ada baiknya pantun ini ditandingkan dengan Tifatul Sembiring yang dikenal kerap melontarkan pantun saat berpidato.

Sebagian netizen menganggap pantun yang dilontarkan Bamsoet tidak pantas.

Netizen lain malah menyebut lebih hormat kepada Presiden Joko Widodo saat menyapa Prabowo.

Pelantikan presiden dan wakil presiden terpilih, Joko Widodo dan Ma’ruf Amin dilaksanakan pada 14.30 WIB di Gedung DPR/MPR. Tokoh-tokoh negara dan dunia disebut akan hadir menyaksikan pengambilan sumpah tersebut.

Berikut pantun awal yang sempat dibacakan Bamsoet:

Segi Empat belah ketupat,
Ketupat dibuat bila lebaran tiba,
Para pemimpin jangan saling sindir silang pendapat,
Agar menteri tetap sehat dan kuat.

Bunga seroja dari Kalimantan,
Dibawa orang ke Sulawesi,
Walau orang ramai mendebat amandemen,
Pancasila dan NKRI tetap harga mati.

Bunga pandan tegak berdiri,
lurus disusun tampaklah rapi,
Jangan sikut-sikutan berebut kursi menteri,
Serakan saja ke Pak Jokowi.

Jalan-jalan ke Teuku Umar,
jangan lupa lewat Gondangdia dan Kertanagera,
Walau kadang kita bertengkar,
Tetap semangat dirgahayu Merdeka! [***]

Sumber; CNNIndonesia

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA