Bangkitkan Ekonomi, OJK Gelar Festival UMKM Toba Vaganza

Festival UMKM Toba Vaganza. | Twitter
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Indonesia ikut membangkitkan perekonomian Indonesia melalui sektor usha mikro, kecil dan menengah (UMKM), terutama dalam memperluas akses pembiayaan di daerah melalui Festival UMKM Toba Vaganza.

Festival Toba Vaganza digelar di dua tempat yakni di Kabupaten Simalungun tanggal 12-14 November 2021 dan di Atrium Mall Center Point Medan tanggal 15 November 2021.

Baca Juga

“Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas para pelaku UMKM mencakup penguatan manajemen usaha, kualitas produk, akses pasar, kapasitas dan kapabilitas UMKM yang dilakukan secara end-to-end dalam satu ekosistem terintegrasi yang berbasis teknologi,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso seperti dikutip di twitter @ojkindonesia, Senin, 15 November 2021.

Dalam pembukaan Festival Toba Vaganza turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi RI Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengatakan mengapresiasi langkah OJK untuk menginisiasi pelaksanaan skema KUR klaster di berbagai daerah di Indonesia.

Menurutnya OJK memegang peranan penting dalam perkembangan UMKM di daerah terutama dalam memperluas akses pembiayaan.

“KUR klaster dapat mendorong pertumbuhan sektor pertanian dan meningkatkan produktivitas di masyarakat, ” kata Luhut.

Ada tiga fokus utama OJK dalam mengembangkan sektor UMKM berbasis produk unggulan daerah.

Pertama, mengumpulkan dan membina pelaku UMKM yang mengolah produk unggulan daerah (mengakurasi UMKM) dan mempercepat on-boarding ke platform digital e-commerce).

OJK telah mengembangkan platform marketplace digital UMKMMU untuk mempercepat digitalisasi pemasaran produk unggulan daerah. Lebih dari pelaku UMKM telah bergabung dengan UMKMMU.

Kedua, mengembangkan kemampuan dan keterampilan pelaku UMKM dalam menghasilkan produk yang berdaya saing dengan brand global dan berorientasi ekspor. OJK bekerja sama dengan start-up melalui program Kampus UMKM bersama Go-To.

Ketiga, memperluas akses pelaku UMKM kapada lembaga keuangan formal melalui program pembiayaan yang inovatif dan berbasis klaster, antaranya mereplikasi program KUR Klaster di seluruh Indonesia.

Kemudian mendukung digital dari Bank Himbara dalam program digital kredit UMKM atau DigiKu. Penyaluran pembiayaan alternatif melalui fintech lending dan securities crowdfunding serta memperluas program Business Matching yang merupakan program kerja sama antara TPAKD dengan kantor regional OJK. *

Pos terkait

Google News