Banjir Kalsel, 15 Orang Meninggal dan 76.962 Warga Mengungsi

  • Whatsapp
Tim SAR mengevakuasi warga korban banjir di Kalsel dengan perahu karet. | Foto: BNPB
Bagikan Artikel Ini
  • 60
    Dibagikan

JurnalNews – Banjir yang melanda Kalimantan Selatan (Kalsel) mengakibatkan 15 orang meninggal dan memaksa 76.962 jiwa mengungsi.

BPBD Kalimantan Selatan menyebutkan, hingga Senin 18 Januari 2021 tercatat ada 11 daerah yang terdampak bencana banjir dan longsor

Lihat Juga

Rinciannya, 11 kabupaten-kota yang terdampak bencana banjir dan longsor di Kalimantan Selatan di antaranya; Kabupaten Tapin, Banjar, Kota Banjar Baru, Tanah Laut, Banjarmasin, Hulu Sungai Tengah, Balangan, Tabalong, Hulu Sungai Selatan, Batola, dan Hulu Sungai Utara.

Banjir yang terjadi pada Selasa 12 Januari 2021 lalu di Provinsi Kalimantan Selatan mengakibatkan sebanyak 54.363 rumah terdampak dan 76.962 warga mengungsi.

Rinciannya, Kabupaten Tapin sebanyak 582 rumah terdampak dan 382 jiwa mengungsi, Kabupaten Banjar 19.963 rumah terdampak dan 32.100 jiwa mengungsi, Kota Banjar Baru 1.559 terdampak dan 18.451 jiwa mengungsi, serta Kab. Tanah Laut 8.506 rumah terdampak dengan 13.062 jiwa mengungsi.

Selanjutnya, Kabupaten Balangan sebanyak 1.154 rumah terdampak dan sudah tidak ada yang mengungsi, Kabupaten Tabalong (407 rumah), Hulu Sungai Tengah 11.200 jiwa mengungsi dan 4.000 rumah terdampak.

Selain itu, Hulu Sungai Selatan (387 rumah), Kota Banjarmasin dengan 14.785 rumah terdampak dan 1.821 jiwa mengungsi, Kabupaten Batola 517 rumah terdampak dan tak ada yang mengungsi, dan Hulu Sungai Utara sebanyak 2.503 rumah terdampak dan tidak ada yang mengungsi.

Sedangkan 15 korban meninggal dunia, tersebar di Kabupaten Tanah Laut 7 orang, Hulu Sungai Tengah (3 orang), Kota Banjar Baru (1 orang), Kabupaten Tapin (1 orang), dan Kabupaten Banjar (3 orang).

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya menyatakan banjir besar yang melanda 10 kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menjadi yang pertama dalam 50 tahun terakhir. Hal itu diungkapkan Presiden Jokowi saat kunjungan kerja ke Kalsel melihat banjir yang melanda provinsi itu.

“Hari ini saya meninjau banjir ke Provinsi Kalimantan Selatan yang terjadi di hampir 10 kabupaten dan kota. Ini adalah sebuah banjir besar yang mungkin sudah lebih dari 50 tahun tidak terjadi di provinsi Kalimantan Selatan,” kata Presiden Jokowi di Kelurahan Pekauman, Kecamatan Martapura Timur, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Senin 18 Januari 2021.

Menurut Jokowi, banjir terjadi disebabkan curah hujan yang sanga tinggi hingga membuat sungai tak mampu menampung debit air.

“Curah hujan yang sangat tinggi hampir 10 hari berturut-turut sehingga daya tampung Sungai Barito yang biasanya menampung 230 juta meter kubik sekarang ini masuk air sebesar 2,1 miliar kubik air sehingga memang meluap di 10 kabupaten dan kota,” kata Jokowi.

Presiden Jokowi juga menyampaikan rasa dukacita terhadap masyarakat terdampak banjir.***

Berita Terkait

Google News