Banjir Kulawi Rusak 57 Rumah dan Satu Jembatan Putus

Warga yang melintas di samping sebuah mobil yang terangkat akibat banjir disertai lumpur dan meterial lainnya di Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Kamis (12/12/2019) malam. [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 128
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Banjir bandang yang melanda Dusun Pangana, Desa Bolapapu, Kecamatan Kulawi, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, mengakibatkan sekira 57 rumah warga di wilayah itu terendam banjir disertai lumpur, Kamis (12/12/2019) malam.

Banjir yang membawa serta material berupa lumpur dan bebatuan itu merusak apa saja yang dilalui. Bangunan dan kendaraan roda empat bahkan terangkat karena terdorong batu dan lumpur.

Baca Juga:

Akses ke lokasi banjir sulit dijangkau karena salah satu jembatan di desa itu putus akibat terjangan banjir.

Dikutip dari Antara, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Bartolomeus Tandigala membenarkan bencana alam kembali menerjang satu desa di Kecamatan Kulawi .

Banjir bandang terjadi sekira Pukul 18.30 Wita terjadi saat sebagian warga desa hendak beristirahat setelah bekerja seharian di kebun.

Berdasarkan laporan dari petugas di lokasi banjir di Desa Bolapapu, bencana tersebut telah menelan korban jiwa dua orang.

Kedua korban yang meninggal dunia diterjang banjir bandang bernama Yan B (50) adalah seorang rohaniawan dan anaknya Rizki (10).

Loading…

Keduanya ditemukan petugas dan masyarakat desa terperangkap dalam rumah diduga sedang tertidur pulas.

Banjir yang melanda Desa Bolapapu itu bukan disebabkan luapan air sungai, tetapi datang dari gunung yang ada di atas permukiman penduduk menyusul hujan deras mengguyur wilayah Kulawi beberapa hari terakhir ini.

Mengantisipasi adanya Banjir susulan, warga saat ini diungsikan di tiga titik lokasi di wilayah itu.

“Warga kita ungsikan di lapangan, huntara sama sekolah BK (Bala Keselamatan),” katanya.

Sementara sebagian besar warga lainnya mengalami luka-luka saat hendak menyelamatkan diri dari banjir bandang.

Hingga Kamis malam hujan yang mengguyur wilayah itu sudah mulai reda. Namun untuk sementara akses ke lokasi banjir tersebut masih terbilang sulit, karena adanya satu jembatan yang putus di Desa Bolapapu.

Informasi dari lokasi banjir menyebutkan, masyarakat membutuhkan pakaian, air bersih dan tikar karena sebagian besar tidak ada harta benda yang sempat diselamatkan karena banjir tiba-tiba datang menerjang.***

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA