Banjir Lumpur Kembali Terjang Kabupaten Sigi

Warga berupaya menyelamatkan barang-barang berharga dengan menyeberangi genangan lumpur yang menerjang Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Minggu (8/12/2019). [Ist/SultengNews]
Bagikan Artikel Ini
  • 895
    Shares

Sigi, JurnalNews.id – Banjir Bandang yang disertai lumpur, kembali melanda Kabupaten Sigi, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), tepatnya di Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan pada Minggu (8/12/201) pagi, sekira pukul 05.00 Wita .

Banjir bandang itu diperkirakan diakibatkan hujan deras yang melanda daerah Dolo Selatan dan sekitarnya sejak Sabtu malam hingga Minggu dini hari. Akibatnya, sungai tak mampu menampung debit air yang disertai lumpur, sehingga meluap ke jalan dan rumah-rumah warga.

Baca Juga:

“Lumpur yang dibawa banjir ini, dugaan kami disebabkan penurunan tanah di penggunungan Desa Poi akibat guncangan gempa pada 28 September 2018 lalu,” ujar Camat Dolo Selatan, Jalil SP, yang ditemui di lokasi ketika meninjau rumah-rumah warga yang terendam banjir.

Menurut Jalil, tanah yang turun di pegunungan Desa Poi akibat gempa pada tanggal 28 September 2018 lalu, luasannya mencapai 40 hekar. Hal itu berasarkan hasil penelitian Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pasca gempa yang mengguncang Palu, Sigi dan Donggala (Pasigala) terjadi.

“Dugaan kami, lumpur yang dibawa banjir ini berasal dari tanah yang turun akibat gempa lalu,” terang Camat seperti dilansir SultengNews.com.

Sementara itu, Samin salah satu tokoh masyarakat Desa Poi yang ditemui media ini mengatakan, jumlah warga yang terdampak diperkirakan mencapai 75 Kepala Keluarga (KK) yang saat ini mengungsi di rumah-rumah keluarganya.

Sementara data dari BNPB secara ril tercatat, jumlah rumah yang terdampak langsung oleh banjir yang disertai lumpur yakni 11 rumah dengan jumlah warga sebanyak 15 KK.

“Kita sudah melakukan pendataan, yang benar – benar terdampak langsung 11 rumah dan 15 KK,” ujar persinil BNPB di lokasi kegiatan.

Loading…
Genangan lumpur yang menerjang Desa Poi, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Minggu (8/12/2019). [Ist]

Kepala Dinas Bina Marga Sigi, Edi yang dihubungi mengaku sudah mendapat informasi dari Camat Dolo Selatan, sehingga langsung memerintahkan tim yang membawa alat berat untuk membersihkan jalan dari material lumpur dan batu yang berserakan di badan jalan.

“Saya sudah perintahkan tim untuk bergerak ke Desa Poi sekaligus membawa alat berat untuk menyingkirkan material yang menutupi jalan raya agar warga tidak merasa ter isolir,” katanya.

Pantauan di lokasi banjir, nampak lumpur dan batu-batu berukuran besar menutupi badan jalan sehingga menyulitkan warga apalagi kendaraan untuk melintas.

Namun tak berselang lama, satu unit exavator dari Dinas Bina Marga Kabupaten Sigi tiba di lokasi dan langsung membersihkan material lumpur dan batu berukuran besar yang menutupi badan jalan.

Sementara warga yang terdampak banjir, sudah mulai membersihkan rumahnya masing-masing dari lumpur yang menggenangi rumah mereka.

Sebelumnya, banjir bandang menghantam beberapa wilayah Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi pada Senin (29/4/2019). Banjir tersebut juga menyebabkan ratusan warga harus kehilangan tempat tinggal akibat rumah-rumah mereka terendam lumpur.

Terdapat tiga desa terdampak banjir terparah diantaranya Desa Bangga, Walatana dan Balongga. Desa Bangga dan Walatana sebagai lokasi paling parah terdampak bencana itu.

Akibat banjir itu, Pemprov Sulteng menetapkan status tanggap darurat atas bencana banjir yang menerjang beberapa desa di Kecamatan Gumbasa dan Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, selama tujuh hari. [***]

Editor; Sutrisno

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA