Basarnas Palu Evakuasi Korban Gempa Majene Tertimbun Reruntuhan Bangunan

  • Whatsapp
Tim SAR gabungan menemukan korban yang tertimbun reruntuhan bangunan akibat gempa Majene yang terjadi pada Jumat 15 Januari 2021 dini hari. | Foto: Basarnas Palu
Bagikan Artikel Ini
  • 96
    Dibagikan

JurnalNews – Basarnas Palu bersama tim SAR gabungn melakukan evakuasi terhadap dua korban gempa Majene yang terjebak di reruntuhan bangunan Jalan Abdul Wahab Kabupaten Mamuju, akibat gempa Magnitudo 6.2.

Korban yang ditemukan dalam keadaan meninggal dunia itu berhasil dievakuasi pada Jumat sore 15 Januari 2021.

Lihat Juga

Informasi yang diperoleh menyebutkan, proses evakuasi terhadap korban memakan waktu kurang lebih 2 jam.

“Korban kemudian dievakuasi dalam keadaan meninggal dunia atas nama Suranto dan Nurfaidah pada pukul 18.45 WITA. Korban kemudian dibawa ambulance menuju RS Bhayangkara Mamuju untuk proses selanjutnya,” sebut Humas Basarnas Palu, Fatma dalam keterangannya, pada Jumat petang.

Sebelumnya, Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Sulawesi Tengah memberangkatkan dua tim menuju lokasi bencana gempa magnitudo 6,2 di Kabupaten Majene Sulawesi Barat.

Kepala Pencarian dan Pertolongan Palu Andrias Hendrik Johanes mengatakan setelah menerima laporan dari SAR Mamuju, sebanyak 12 orang diberangkatkan, Jumat 15 Januari 2021, sekira pukul 06.30 Wita.

“Kami memberangkatkan dua tim dengan 2 kendaraan operasional untuk membantu di lokasi bencana gempa,” kata Kakansar Palu Andrias, Jumat 15 Januari 2021.

Tim SAR Palu juga membawa tenda untuk buka posko, alat komunikasi dan peralatan pendukung SAR lainnya, termasuk juga alat pelindung diri (APD) Covid-19.

Sementara, untuk akses jalan darat, Andrias mengatakan aman dan bisa dilalui oleh kendaraan.

“Kami mendapat informasi jika akses jalan menuju lokasi bisa dilalui, makanya tim kami berangkatkan,” ujarnya.

Data sementara yang di terima oleh SAR Palu, di Kabupaten Majene 8 orang meninggal dunia, 637 orang luka dan masih dalam pendataan, serta kurang lebih 3.000 orang mengungsi.

Sementara terjadi longsor di 3 titik sepanjang jalan poros Majene-Mamuju, menyebabkan akses jalan terputus.

Sebanyak 62 unit rumah rusak (data sementara), 1 unit puskesmas dan kantor danramil Malunda dalam kondisi rusak berat. Data sementara kerusakan di Kabupaten Mamuju, Hotel Maleo dan kantor Gubernur Sulbar rusak berat.

Untuk kerusakan rumah warga juga masih didata. Dan jaringan listrik padam. Kondisi ini disebabkan 2 kali gempa bumi yang terjadi di wilayah Sulawesi Barat.

Seperti diketahui, gempa dengan magnitudo 5,9 terjadi pada Kamis 14 Januari 2021 pukul 14.35 Wita. Kemudian, gempa dengan magnitudo 6,2 terjadi Jumat 15 Januari 2021 pukul 02:28 Wita.***

Berita Terkait

Google News