Batalkan Calon Pemenang Tender, Pokja ULP Tolitoli Diduga Langgar Aturan

  • Whatsapp
Pengunjuk rasa menyegel kantor Unit Layanan Pengadaan (ULP) Tolitoli, saat menggelar aksi demo, Jumat (24/5/2019). [R. Manggona]
Bagikan Artikel Ini

Tolitoli, Jurnalsulawesi.com – Kelompok Kerja (Pokja) Unit Layanan Pengadaan (ULP) Tolitoli diduga melanggar aturan pengadaan barang dan jasa. Pelanggaran ini terkait pembatalan pemenang lelang proyek pembangunan talud pengaman pantai Desa Sabang, senilai Rp700 juta, di Dinas Parawisata Tolitoli.

Direktur CV Gilang Perdana, Safran Yunus, SE, mengatakan, semua proses lelang pembangunan talud pengaman pantai sudah dilalui.

Baca Juga

Mulai dari proses pemasukan penawaran sampai pembuktian kualifikasi serta klarifikasi lapangan terhadap alat yang dipersyaratkan.

Namun saat penetapan pemenang kata Safran, Pokja ULP yang menjadwalkan tanggal 1 Juni, mengundur pengumuman sampai tanggal 13 Juni 2019, dengan alasan dan pertimbangan yang tidak jelas.

Akhirnya tambah Safran, tanggal 14 Juni 2019 Pokja ULP justeru membatalkan proses lelang, dengan alasan gagal lelang.

“Kami menduga ada unsur kesengejaaan yang dilakukan Pokja ULP dengan mengulur-ulur pengumuman pemenang untuk membatalkan proses lelang proyek tersebut. Padahal tahapan sudah dilalui semua,” kata Safran, di Tolitoli, Selasa (18/6/2019).

Pada saat pemasukan penawaran, lanjut Safran, hanya perusahaannya yang memasukan penawaran dan semua tahapan kualifikasi serta klarifikasi yang dilakukan oleh pokja sudah dilakukan. Sehinggah secara otomatis, saat penetapan pemenang perusahaannya yang akan dimenangkan.

“Ini kan aneh, cuma perusahaanku yang masukan dokumen penawaran, bahkan pokja sudah lakukan kualifikasi dan klarifikasi, tetapi saat penetapan pemenang justru pokja menganggap gagal lelang,” ujarnya.

Sementara Pokja ULP, Ridwan Talabudin yang dikonfirmasi mengatakan, pembatalan lelang pembangunan talud pengaman pantai Desa Sabang, atas permintaan Dinas Parawisata.

Menurutnya, permintaan pembatalan dari Dinas Pariwisata itu karena adanya perubahan desain pekerjaan, sehingga dianggap gagal lelang.

“Lelangnya dibatalkan karena permintaan dari Dinas Parawisata, karena ada perubahan desain,” jawabnya singkat.

Terpisah, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Dinas Parawisata Tolitoli, Nurahmansyah, SP mengatakan, pembatalan lelang pembangunan talud pengaman pantai Sabang, atas permintaan dinas karena ada surat Bupati Tolitoli yang ditujukan ke Dinas Parawisata, untuk membatalkan lelang pembangunan talud pengaman pantai (pemecah ombak) Desa Sabang.

“Kami minta pokja untuk membatalkan karena ada surat dari Bupati Tolitoli untuk perubahan desain,” ungkapnya.

Informasi yang dihimpun, surat Bupati dengan nomor 027/1474/UKBT itu meminta untuk meninjau kembali desain dan spesifikasi teknis konstruksi pekerjaan dimaksud.

Selain itu dalam surat tersebut juga disebutkan, dengan mempertimbangkan karateristik gelombang setempat dan areal yang harus di pasang konstruksi pemecah ombak, kiranya dapat di rencanakan kembali untuk memilih meterial alternati lain yang lebih efisien dan efektif. Selain itu menggunakan beton cetak sebagai material konstruksi pemecah ombak, dan diminta untuk membatalkan pelelangan pekerjaan tersebut dan melakukan kaji ulang serta perencanaan kembali. [***]

Penulis; Athifa M
Editor; Agus Manggona

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News