Bawaslu: Pilkada Paling Ideal Dilaksanakan 2021

  • Whatsapp
Rapat Bawaslu RI bersama bersama Bawaslu Provinsi Sulteng, terkait Pilkada Serentak 2020 di Provinsi Sulteng, yang digelar secara Virtual, Rabu (29/4/2020). [Humas Pemprov]
Bagikan Artikel Ini
  • 43
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Komisioner Bawaslu RI Dr. Ratna Dewi Pettalolo, SH, MH menyampaikan, pada 14 April 2020 telah dilakukan kesepakatan penundaan pelaksanaan Pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), yang semula tanggal 23 September 2020 akan bergeser 9 Desember 2020.

Hal tersebut disampaikannya pada rapat yang digelar secara Virtual bersama Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), terkait Pilkada Serentak Tahun 2020 di Provinsi Sulteng, Rabu (29/4/2020).

Baca Juga

 

Ratna juga menyampaikan, bahwa Pilkada dalam wacananya memberikan 3 opsi yakni 9 Desember 2020, 17 Maret 2021, dan 29 September 2021, yang menurut Bawaslu opsi yang paling ideal untuk melaksanakan pilkada di Tahun 2021.

“Dengan beberapa pertimbangan, diantaranya pertimbangan kesiapan, perangkat hukum yang akan digunakan, SDM, anggaran dan termasuk kondisi Covid-19,” katanya.

Turut hadir pada rapat yang menggunakan aplikasi Zoom itu diantaranya Ketua Bawaslu Provinsi Sulteng, Ketua KPU Provinsi Sulteng serta penyelenggara dan pengawas Kab/Kota Se Sulawesi Tengah. Adapun yang menjadi Narasumber Kepala Kesbangpol Provinsi Sulteng Dr. Fahrudin, S.Sos, M.Si dan Akademisi Dr. Slamet Riyadi.

Sementara itu, Gubernur Sulteng yang diwakili Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesra Sekretariat Daerah Provinsi Sulteng menyampaikan, bahwa di tengah Pandemi Covid-19 Pemerintah Provinsi Sulteng masih menunggu regulasi yang diputuskan oleh pemerintah pusat terkait dengan pelaksanaan Pilkada Serentak.
Karena Pemerintah Pusat juga sangat memahami kondisi daerah saat ini.

“Keselamatan rakyat nomor satu, persoalan politik nomor dua,” tuturnya.

Terkait hal itu, Ketua KPU Provinsi Sulteng Tanwir Lamaming menyampaikan Pelaksanaan Pilkada Serentak di tengah mewabahnya Covid-19, KPU Sulteng sudah melakukan penundaan untuk seluruh tahapan berdasarkan ketentuan.

“Yang paling penting sekarang, dikeluarkannya Perpu untuk menjadi landasan pemilihan lanjutan kepala daerah,” katanya. [***]

Sumber: Humas Pemprov

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News