Bea Cukai Pantoloan Musnahkan Miras dan Rokok Ilegal Senilai Rp2 Miliar

  • Whatsapp
Puluhan ribu botol miras MMEA yang dimusnahkan KPP Bea Cukai Pantoloan, Kota Palu, Rabu (26/6/2019). [KabarSelebes]
Bagikan Artikel Ini

Palu, Jurnalsulawesi.com – Kantor Pengawasan dan Pelayanan (KPP) Bea Cukai Pantoloan, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), memusnahkan barang hasil sitaan berupa minuman keras (Miras) dan rokok ilegal. Pemusnahan kedua jenis barang sitaan senilai Rp2.392.595.700,- itu berlangsung di KPP Bea Cukai Pantoloan, Kota Palu, Rabu (26/6/2019).

Kepala KPP Bea Cukai Pantoloan, Muhammad Majid, mengatakan barang yang dimusnahkan kali ini merupakan hasil dari 32 kali penindakan yang dilakukan selama Tahun 2018.

Baca Juga

Dijelaskannya, miras yang dimusnahkan merupakan Minuman Mengandung Etil Alkohol (MMEA) sebanyak 86.987 botol. Sedangkan rokok yang dimusnahkan berjumlah 380.460 batang rokok ilegal.

Pemusnahan barang-barang yang merugikan negara tersebut berdasarkan putusan Mahkamah Agung nomor 670K/PDT/2015 tanggal 17 Desember 2015, yang ditindaklanjuti putusan Menteri Keuangan melalui Direktur Pengelolaan Kekayaan Negara dan Sistem Informasi nomor S-107/MK.6/KN.5/2019 tanggal 12 Maret 2018, yang status penyelesaiannya harus dimusnahkan.

Majid menambahkan, kedua jenis barang yang dimusnahkan kali ini merupakan hasil penindakan di wilayah pantai timur Kabupaten Parigi Moutong, wilayah pantai barat Kabupaten Donggala sampai Kabupaten Buol, Provinsi Sulteng. Bahkan termasuk dari wilayah Kabupaten Pasangkayu, Provinsi Sulawesi Barat (Sulbar).

“Selain itu juga dari hasil penindakan dari Kecamatan Palolo dan Kulawi Kabupaten Sigi dan Kota Palu,” imbuh Majid.

Menurut Majid, peredaran rokok ilegal banyak terjadi di wilayah pinggiran yang jauh dari Kota Palu. Karena itu pihaknya sangat membutuhkan kerjasama dengan aparat Polri, TNI, pemerintah dan masyarakat sekitar.

“Selain membahayakan kesehatan, peredaran miras dan rokok ilegal ini juga menyebabkan kerugian keuangan negara. Karena itu harus diberantas dan dimusnahkan,” tegas Majid. [***]

Penulis; Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News