Begini Metode Forrest Galante untuk Taklukkan Buaya Berkalung Ban di Sungai Palu

Pekerja menurunkan jebakan yang akan digunakan Forrest Galante untuk menangkap buaya berkalung ban di muara Sungai Palu di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (12/3/2020). [Antara]
Bagikan Artikel Ini
  • 3.5K
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Ahli satwa liar asal Amerika Serikat Forrest Galante akan berupaya menangkap buaya berkalung ban di sungai Palu, menggunakan metode jaring dan crossbow.

Tim Forres Galante bersama timnya pun telah menyiapkan dan memasang jebakan di muara Sungai Palu, yang menjadi salah satu tempat kemunculan satwa tersebut, pada Kamis (12/3/2020).

Baca Juga

Pemasangan jebakan tersebut dilakukan setelah Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulteng, memberikan lampu hijau kepada pemerhati satwa liar asal Amerika Serikat itu untuk memulai aksinya dalam upaya penyelamatan buaya yang terjerat ban sejak 2016 itu.

Jaring digunakan untuk melokalisir pergerakan buaya, dan teknik jebakan yang dibuat dan langsung ditempatkan di sekitar muara Sungai Palu.

Sedangkan senjata Crossbow atau busur silang yang akan digunakan Galante dilengkapi dengan tali dan pelampung untuk ditembakkan ke buaya. Jika kena, busur itu akan menempel di kulit buaya dan akan menjadi penanda posisinya.

Sebelum memulai aksinya, Forrest Galante telah melakukan survei di beberapa titik di Sungai Palu. Survei ini dilakukan untuk memantau keberadaan dan perilaku buaya berkalung ban serta sejarah buaya liar di Sungai Palu.

Salah satunya dengan mendatangi lokasi bekas penangkaran buaya di Desa Maku, Kecamatan Dolo, Kabupaten Sigi.

Seperti diberitakan sebelumnya, Foresst Gerald Galante Summerfield (Foresst Galante) bersama Tim Discovery Channel akan bergabung dengan tim Satgas Penyelamatan Satwa Liar.

Tim yang mendampingi Foresst Galante diantaranya Mitchell Joseph Long, Romanov Alexander Mark dan seorang wanita bernama Tamra Lu Verne Tacklind. Selain itu juga didampingi crew dari Indonesia diantaranya Haryadi Didiet (Crew), Tiara Andhilnes Susanto (Assisten Production) dan Ikbal Wahyudin (Crew).

Sebelumnya, tim yang berjumlah tujuh orang itu juga telah melakukan diskusi dengan pihak BKSDA Sulteng, tentang metode yang akan dilakukan untuk menaklukkan buaya berkalung ban di Sungai Palu.
Apakah metode ini akan berhasil? Kita tunggu saja hasilnya. [***]

Editor: Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News