Begini Pengakuan Syamsul Cs Pelaku Pembunuhan Jurnalis Demas Laira

Wartawan Mamuju Tengah Demas Laira [Kolase foto/istimewa]
Bagikan Artikel Ini
  • 21
    Shares

JurnalNews.id – Polri mengungkap motif pembunuhan terhadap jurnalis Demas Laira yang ditemukan tewas bersimbah darah di jalur Trans Mamuju- Palu, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, pada 20 Agustus 2020 dini hari lalu. Terkuak bahwa motif salah satu tersangka membunuh Demas lantaran sakit hati.

Melansir Suara.com, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengatakan bahwa salah satu tersangka bernama Syamsul (32) mengaku sakit hati dengan Demas karena adik perempuannya diganggu dan dipermalukan oleh korban.

Baca Juga:

“Pelaku melakukan pembunuhan karena sakit hati kepada korban yang mengganggu dan mempermalukan saudari Kartina adik perempuan salah satu pelaku Syamsul,” kata Sambo kepada wartawan, Rabu (21/10/2020).

Sambo menyampaikan dalam kasus pembunuhan ini tim gabungan dari Ditipidum Bareskrim Polri, Dit Krimum Polda Sulawesi Barat dan Ditkrimum Polda Sulawesi Selatan akhirnya meringkus enam orang tersangka.

Mereka adalah Syamsul (32), Nawir (30), Doni (20), Haerudin (18), Ilham (19), dan Ali Baba (25). Penangkapan terhadap para tersangka dilakukan pada Selasa (20/10/2020) kemarin dan Rabu (21/10/2020) pagi. Mereka ditangkap di beberapa lokasi berbeda. Antara lain di Provinsi Gorontalo, Kecamatan Karossa, dan Topoyo, Kabupaten Mamuju Tengah, Sulbar.

Atas perbuatannya, para tersangka dipersangkakan dengan pasal berlapis. Adapun ancamannya yakni 15 tahun penjara.

“Dijerat pasal berlapis Pasal 170 Pasal 338 KUHP, 351 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 15 tahun,” pungkas Sambo.

Terpisah, Kepala Bidang Humas Polda Sulbar AKBP Syamsu Ridwan mengatakan, berdasarkan hasil keterangan sementara, para pelaku telah mengakui perbuatannya.

“Kami yakin karena mereka ini memberikan informasi keterangan kepada kita bahwa ada yang menusuk, ada yang menyuruh, dan sebagainya,” kata dia.

“Iya, ada beberapa yang sudah mengaku. Cuma untuk jadi tersangka harus pemeriksaan kan BAP,” Syamsu menambahkan.

Demas merupakan jurnalis yang bekerja di sejumlah media. Salah satunya adalah Sulawesion.com.

Jenazah Demas ditemukan dalam kondisi bersimbah darah di jalur Trans Mamuju- Palu, Desa Tasokko, Kecamatan Karossa, pada 20 Agustus 2020 dini hari lalu.

Sebelum meninggal, Demas sempat pamit pergi menuju Kabupaten Pasangkayu pada Senin (17/8/2020), sore. Dari rumah, dia seorang diri pergi dengan mengendarai sepeda motor. [***]

loading...

Berita Lainnya

Google News