Belanja APD Covid-19 di KPU Tolitoli Capai Rp600 Juta

  • Whatsapp
Sekretaris KPU Tolitoli, Habiba I Timumun. [R. Manggona]
Bagikan Artikel Ini
  • 101
    Shares

 

Tolitoli, JurnalNews.id – Pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan covid -19, yang akan di pergunakan oleh KPU, PPK, PPS dan Petugas Pemutakhiran Data Pemilh (PPDP), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tolitoli menghabiskan anggaran sebesar Rp600 juta lebih.

Baca Juga

Sekretaris Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tolitoli, Habiba I Timumun kepada media ini kamis (16/7/2020) mengatakan, untuk pengadaan APD yang akan digunakan KPU, PPK, PPS dan PPDP saat melakukan coklik atau pemutakhiran data pemilih jelang Pilkada 2020, telah dimulai sejak 15 Juli sampai 13 Agustus 2020, telah menggelontarkan anggaran APBN untuk pengadaan APD sebesar Rp 600 juta lebih.

“Iya, anggaran APBN yang kami gunakan untuk pengadaan APD sebesar Rp600 juta lebih,” katanya.

Dari Rp1,8 miliar anggaran APBN, KPU sudah membelanjakan sekitar Rp1 miliar termasuk untuk pengadaan APD sebesar Rp 600juta lebih, yang dibelanjakan untuk pengadaan masker, sarung tangan, perlengkapan antiseptik meliputi handsanitizer, dan perlengkapan lainnya untuk kepentingan protokol kesehatan sesuai petunjuk teknis (Juknis) dari KPU Pusat.

Advertisements

“Dari Rp600 juta lebih, kita belanjakan untuk pengadaan masker, sarung tangan, perlengkapan antiseptik, sesuai juknis dari KPU Pusat,” pungkasnya.

Untuk pengadaan APD kata Sekretaris, ada tiga perusahaan yang mengadakan, dua perusahaan dari Jakarta dan satu perusahaan lokal.

Advertisements

Ia juga menyatakan, dari anggaran Rp600 juta, baru 30 persen yang di bayarkan ke pihak rekanan, karena belum semua APD yang diadakan perusahaan. Untuk lebih teknis pelaksanaan konfirmasi ke PPK.

“Ada tiga perusahaan yang kita pakai untuk pengadaan APD dan dana yang dibayarkan baru sekira 30 persen dari total anggaran, karena belum semuanya APD diadakan. Untuk lebih jelasnya, silahkan konfirmasi ke PPK pak Ovel,” bebernya.

Ia menjelaskan, petunjuk dari KPU Pusat bahwa anggaran yang di pergunakan untuk penanganan covid -19 di prioritaskan untuk menggunakan APBN. Sementara, dana hibah dari APBD Tolitoli yang telah disiapkan untuk pengadaan APD hasil dari rasionalisasi pergeseran anggaran yang tidak digunakan karena adanya pandemic covid -19, sebesar Rp2,4 miliar akan digunakan sesuai kebutuhan saat pengadaan APD tahap kedua.

“Dana hibah yang disiapkan untuk pengadaan APD sebesar 2,4 miliar, tetapi akan dipergunakan sesuai dengan kebutuhan, karena sisa dari APBN akan dibelanjakan untuk pengadaan APD bagi KPPS yang akan bertugas di TPS,” jelasnya. [***]

Advertisements

Penulis: Rahmadi Manggona

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News