BELANTIK ONLINE

  • Whatsapp
[Ilustrasi]
Bagikan Artikel Ini
  • 26
    Shares

 

Oleh: Joko Intarto
Hari raya Kurban tinggal beberapa minggu lagi. Bagaimana cara membeli hewan qurban dengan tetap #di_rumah_aja agar mengurangi risiko pandemi Covid-19?

Baca Juga

Tulisan ini baru sebatas gagasan. Bisa dilaksanakan kalau ada yang mendukung alias setuju. Gagasan membangun sarana penjualan hewan kurban secara online yang sangat mudah dan bisa dipertanggungjawabkan.

Ide ini berasal dari pengalaman pribadi 20 tahun lalu. Selama dua tahun, antara 2009 – 2010, saya pernah ikut berjualan hewan kurban di areal RPH Mampang, Jakarta Selatan. Pengalaman menjual secara offline itulah yang saya modifikasi menadi online. Mumpung momentumnya ada: Pandemi Covid-19.

Konsepnya sederhana saja: Menjual kambing dan sapi kurban secara live dan interaktif menggunakan aplikasi video conference Zoom Cloud Meeting.

Untuk mewujudkan konsep itu, ada 3 pihak yang harus menjadi penyelenggara.

Advertisements

1/ Operator webinar
2/ Operator kurban
3/ Pedagang hewan

Ketiga pihak itu saling bekerjasama untuk melayani para calon pembeli alias sohibul kurban. Masing-masing menjalankan tugas sesuai perannya.

Operator webinar yang menyediakan sistem. Operator kurban yang melaksanakan program. Pedagang hewan yang menyediakan barang.

Dari sisi teknis, gagasan ini tidak sulit. Jagaters punya banyak tenaga operator untuk menjalankan sistem webinarnya. Operator kurban juga bejibun. Dari takmir masjid hingga lembaga amil zakat. Pedagang hewan juga banyak. Yang profesional maupun musiman.

Bila ketiga pihak itu sudah bersepakat untuk saling bekerjasama, selanjutnya tinggal menyusun jadwal siaran. Misalnya, setiap hari atau setiap minggu sekali.

Agar lebih nendang, siarannya dikemas dengan konsep kreatif yang menarik. Bila perlu menghadirkan tokoh ternama sebagai presenter.

Undangan disebarkan melalui media digital. Bila perlu dipromosikan melalui iklan online. Beres kan?

Pertanyaannya, siapa operator yang berminat? Siapa pedagang hewan kurban yang mendukung gagasan ini? Kalau Jagaters mah… mau-mau aja…[***]

(Penulis adalah praktisi jasa webinar)

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News