Beralih ke Teknologi Digital, TV di Rumah Tak Perlu Diganti

  • Whatsapp
Ilustrasi nonton TV Digital. | Foto: Pixels
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Akhir-akhir ini istilah TV Digital marak diperbincangkan masyarakat. Sebagian orang bertanya sebenarnya apa tv digital itu? apakah ada bedanya dengan tv-tv biasa.

Masih banyak yang belum paham bahwa bukan tv-nya yang digital melainkan lebih kepada sinyal yang dikirimkan yaitu sinyal digital atau siaran digital (Digital Brodcasting).

Baca Juga

Sebagian orang masih berpikir bahwa beralihnya teknologi penyiaran TV membuat masyarakat diharuskan mengganti tv yang ada di rumah masing-masing. Padahal sejatinya hanya perangkat pendukung yang harus diganti. Berikut penjelsannya.

Set Top Box (STB) mungkin belum terlalu familiar didengar oleh sebagian penduduk Indonesia. Biasa disebut juga dekoder (decoder). Beberapa kalangan ada yang menyebut sebagai receiver.

STB adalah komponen penting dalam migrasi teknologi televisi (TV) dari analog ke digital. Dengan STB, masyarakat bisa menonton televisi siaran digital yang kualitasnya lebih baik dari analog.

Apa itu STB? Ringkasnya STB adalah peranti teknologi informasi yang komponen utamanya chip processor dan memory. Tugas utamanya memproses sinyal digital menjadi sinyal analog.

Mengolah input (sinyal yang ditangkap antena UHF) siaran digital, lalu dikeluarkan dalam bentuk gambar dan suara ke televisi analog. Boleh lah, STB disebut sebagai “penerjemah”. STB menjadikan pesawat televisi analog bisa membaca sinyal digital yang ditangkap antena.

Undang-Undang No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja mengamanatkan penghentian penyiaran analog dan migrasi ke penyiaran digital (Pasal 72 angka 8, sisipan Pasal 60A Undang-undang Penyiaran). Untuk itulah peran STB menjadi vital.

Sebagai sebuah peranti, STB juga mampu menyajikan fitur tambahan seperti informasi kebencanaan. Siarannya juga bisa disesuaikan dengan usia penontonnya. Sehingga orang tua bisa mengatur apa saja yang boleh ditonton anak-anak.

Pos terkait

Google News