BI Bolak-balik Revisi Angka Pertumbuhan

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini

Jakarta, Jurnalsulteng.com- Ketidakpastian perekonomian dunia ternyata menjalar sampai Indonesia. Buktinya, asumsi pertumbuhan ekonomi bolak-balik dirubah.

Dalam rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Selasa (15/9/2015), Bank Indonesia kembali merombak pertumbuhan ekonomi. Dari rentang 5,4%-5,8% diciutkan menjadi 5,3%-5,7%. Kini, ‘dibonsai’ lagi menjadi 5,2%-5,6%.

Lihat Juga

“Angka kisaran 5,2-5,6 persen, sedikit lebih rendah dari 5,4-5,8 persen. Hal ini sejalan dengan rendahnya volume perdagangan dunia, serta rendahnya harga komoditas,” kata Gubernur BI Agus Martowardojo.

Kendati menyusut, Agus masih optimis bahwa pertumbuhan ekonomi nasional pada 2016 relatif lebih baik. BI menilai, pemulihan ekonomi global akan dimotori oleh perkembangan ekonomi negara-negara maju. Untuk pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan tumbuh 3,8% pada 2016. Atau lebih tinggi di bandingkan perkiraan 2014 sebesar 3,3%.

“Pertumbuhan ekonomi global diharapkan akan berdampak positif bagi perekonomian nasional,” kata Agus.

Untuk 2015, kata Agus, BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi berada di kisaran 4,7%-5,1%, proyeksi direvisi dari sebelumnya 5%-5,4%. Perkiraan ini mengacu kepada pertumbuhan ekonomi di triwulan I dan II yang di bawah 5%.

“Pertumbuhan ekonomi akan membaik pada kuartal III dan IV didukung dengan akselerasi belanja pemerintah dan realisasi infrastruktur yang semakin meningkat serta upaya khusus pemerintah untuk mempercepat realisasi belanja modal dengan paket September,” papar Agus.[***]

Sumber; Inilah

Berita Terkait

Google News