BI: Perekonomian Sulteng Meningkat Pesat

  • Whatsapp
Bagikan Artikel Ini
[Ilustrasi]

Palu, Jurnalsulteng.com- Keberhasilan pembangunan di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) di bawah kepemimpinan Gubernur Drs H.Longki Djanggola, M.Si dan Wakil Gubernur H.Sudarto, SH, M.Hum termin 2011-2015 patut diapresiasi masyarakat.

Dalam Kajian Ekonomi Regional (KER) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tengah triwulan I 2015 disebutkan, keberhasilan pembangunan itu telah sesuai visi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulteng 2011-2016, prestasi pembangunan di Sulteng melalui ekonomi, investasi dan keuangan berdasarkan KER BI dinilai dari beberapa indikator strategis.

Baca Juga:

Salah satu indikator yang disebutkan dalam KER BI yakni, rata-rata pertumbuhan ekonomi Sulteng 2011 sampai triwulan pertama 2015 mencapai 10,13 persen. Sedangkan rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional dalam kurun waktu yang sama 5,84 persen.

Sementara jika dibandingkan pula dalam periode yang sama dengan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Utara (Sultra) yang pertumbuhan ekonominya hanya 7,33 persen dan pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan (Sulsel) hanya 7,07 persen, maka hal ini menunjukan bahwa pertumbuhan ekonomi meningkat pesat disbanding dengan pertumbuhan ekonomi nasional dan ke dua provinsi tersebut.

Advertisements

Dari segi pertumbuhan investasi, provinsi Sulteng meningkat sangat signifikan, seperti yang disebutkan dalam KER BI, yakni:

Tahun 2011 investasi 12,13 %
Tahun 2012 investasi 15,67 %
Tahun 2013 investasi 16,40 %
Tahun 2014 investasi 23, 42 %
Tahun 2015  investasi 31,71 % (triwulan 1)
                                                                     (Sumber; KER BI)

Dari data tersebut, dapat disimpulkan bahwa selama periode kepemimpinan Longki dan Sudarto provinsi Sulteng menjadi daerah yang menarik untuk tujuan investasi dalam dan luar negeri diberbagai sektor maupun subsektor.

Dari segi pertumbuhan keuangan masyarakat provinsi Sulteng periode 2011 sampai triwulan pertama 2015, gubernur Longki Djanggola dan wakil gubernur Sudarto mampu menekan laju angka pertumbuhan keuangan itu.

Indikator pertumbuhan tersebut dapat dilihat sesuai Dana Pihak Ketiga (DPK) di perbankan provinsi Sulteng medio 2011, pertumbuhan keuangan masyarakat 8,864 triliun dan 2015 mencapai 14,120 triliun.

Advertisements

Hal ini menunjukan adanya peningkatan signifikan, sebesar 5,256 triliun. Peningkatan tersebut dinilai telah menunjukan struktur ekonomi dan keuangan provinsi Sulteng berada dalam koridor simbiosis mutualistik yang dinamis, sebagaimana lazimnya mekanisme sistem tata kelola perekonomian yang benar, dan hal ini menunjukan kesejahteraan masyarakat di provinsi Sulteng terus meningkat.

Secara kasat mata, selain data keuangan tersebut, konsumsi masyarakat dapat terlihat dari meratanya pembangunan perumahan rakyat secara mandiri dari kota sampai desa, demikian juga belanja masyarakat untuk membeli kendaraan roda empat dan roda dua, perlengkapan dan peralatan alat elektronik rumah tangga serta belanja untuk membiayai pendidikan anak di perguruan tinggi.

Dari hasil survei daya saing yang dilaksanakan oleh Asia  Competitiveness Institue (ACI). Lee Kuan Yew School of Public Policy Nasional University Singapore (NUS), pada tahun 2011 peringkat daya saing Sulteng berada pada urutan 23, sementara di tahun 2014 daya saing Sulteng meningkat berada diurutan 21 dari 33 provinsi.

Dari hasil survei ACI ini, dalam kurun waktu tiga tahun, sebagai gubernur Sulteng, Longki Djanggola dinilai berhasil menaikan dua peringkat daya saing Sulteng secara nasional.

Sementara dari segi sosial, berdasarkan data KER BI, angka pengangguran terbuka Sulteng tahun 2011, adalah 4,01 persen dan angka pengangguran terbuka nasional adalah 9,83 persen. Sedangkan angka pengangguran terbuka Sulteng tahun 2015 adalah 2,99 persen dan angka pengangguran terbuka bulan Agustus tahun 2014 secara nasional sebesar 5,94 persen.

Jika dibandingkan angka pengangguran terbuka Sultra tahun 2015 sebesar 8,69 persen dan angka pengangguran terbuka Sulsel 2015 sebesar 5,80 persen. Hal ini menunjukan adanya penurunan angka pengangguran terbuka di Sulteng selama periode kepemimpinan Drs H.Longki Djanggola, M.Si dan H.Sudarto, SH, M,Hum.

Posisi presentase penurunan angka kemiskinan provinsi Sulteng tahun 2011 sebesar 16,04 persen, sedangkan pada tahun 2014 sebesar 13,61 persen. Selain itu, penurunan angka kemiskinan sebesar 2,43 persen termin 2011 sampai 2015.[***]

Advertisements

Penulis; Mahbub
Editor; Sutrisno

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News