BMKG: Hari Ini Sebagian Wilayah Indonesia Diguyur Hujan

  • Whatsapp
Ilustrasi.
Bagikan Artikel Ini

JurnalNews – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memprakirakan sebagian besar wilayah di Indonesia berpotensi diguyur hujan lebat, Jumat 27 Agustus 2021.

Dilansir melalui laman resmi BMKG, potensi hujan lebat terjadi di Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Kepulauan Bangka Belitung, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Baca Juga

Situasi yang sama juga diprakirakan melanda Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan, Maluku Maluku Utara, Papua Barat dan Papua.

Wilayah Sumatera Utara secara umum berawan hingga namun berpotensi hujan ringan. Riau, Kepulauan Riau, Kepulauan Bangka Belitung, jambi dan Bengkulu berpotensi diguyur hujan sedang.

Situasi di Pulau Jawa secara umum berawan hingga berpotensi hujan ringan. Pulau Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur secara umum berawan hingga berpotensi hujan ringan.

BMKG juga memprakirakan hujan berpotensi melanda wilayah Jabodetabek pada 27 Agustus sampai dengan 1 September 2021. Secara umum cuaca hujan ringan melanda Bogor di bagian selatan.

Situasi suhu di kota besar diperkirakan berada pada angka rata-rata 23 hingga 31 derajat Celcius dengan tingkat kelembapan berkisar di angka 65 hingga 90 persen.

Sebelumnya, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati juga meminta penyedia layanan angkutan penyeberangan tidak menyepelekan informasi cuaca yang rutin dikeluarkan BMKG. Hal ini sebagai langkah mitigasi dan antisipasi dalam upaya meningkatkan keselamatan transportasi.

“Indonesia adalah negara kepulauan dan memiliki banyak sekali pelabuhan dan dermaga yang melayani angkutan penyeberangan. Hampir 65 persen wilayah Indonesia merupakan perairan, maka informasi cuaca laut sangat krusial dalam menciptakan keselamatan transportasi di titik-titik penyeberangan,” kata dia, Kamis 26 Agustus 2021.

Dwikorita menjelaskan kondisi cuaca sangat berpengaruh terhadap kelancaran dan keamanan transportasi penyeberangan laut. Kemungkinan hujan, badai, angin, dan gelombang tinggi sangat besar terjadi selama perjalanan.

Apalagi, kata dia, Indonesia dan negara-negara di dunia tengah menghadapi perubahan iklim yang memicu pergeseran pola musim dan suhu udara sehingga mengakibatkan peningkatan frekuensi dan intensitas bencana hidrometeorologi.

“Perubahan cuaca berlangsung sangat cepat dan tidak menentu yang dipengaruhi banyak faktor. Karenanya, kami juga terus berupaya meningkatkan, kecepatan, ketepatan, dan akurasi dalam prakiraan cuaca hingga skala tapak,” kata dia. ***

Berita Terkait

Google News