BMKG Ingatkan WNI di Turki Waspadai Gempa Susulan

  • Whatsapp
Sebuah bangunan di Kota Izmir runtuh akibat gempa bermagnitudo 7,1 yang mengguncang Yunani, Jumat (30/10/2020) siang waktu setempat. [Foto: AFP]
Bagikan Artikel Ini
  • 17
    Dibagikan

JurnalNews.id – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memberikan peringatan kepada Warga Negara Indonesia (WNI) di Turki untuk mewaspadai gempa susulan. Peringatan itu disampaikan menyusul gempa tektonik berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Kepulauan Dodecanese, Yunani, Jumat (30/10/2020).

Gempa yang melanda wilayah kepulauan itu terjadi pada pukul 18.51.26 WIB kemarin. Hasil analisis BMKG menunjukkan, episenter gempa bumi terletak pada koordinat 37,89 LU dan 26,84 BT, berlokasi di laut pada jarak 17 km arah barat laut Samos, Yunani, pada kedalaman 10 km.

Lihat Juga

Berdasarkan hasil monitoring BMKG dan beberapa lembaga monitoring gempa bumi dunia, hingga Sabtu (31/10/2020) pukul 19.30 WIB, telah tercatat 36 kali gempa susulan.

“Di mana dua di antaranya memiliki kekuatan magnitudo di atas 5,” ungkap Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, malam ini.

Dia menjelaskan, berdasarkan ciri dan karakteristik gempa akibat sesar dengan magnitudo gempa utama yang cukup besar, biasanya selalu diikuti dengan rentetan gempa-gempa susulan.

Kepada masyarakat Indonesia yang berdomisili di Turki dan sekitarnya, khususnya yang berada di dekat lokasi sumber gempa yaitu Kota Izmir, Menderes, dan Menemen, dia mengimbau agar tetap waspada akan adanya potensi gempa-gempa susulan.

“(Gempa susulan) mungkin masih terjadi dalam beberapa minggu ke depan. Jauhi bangunan-bangunan yang sudah miring atau retak-retak, karena dapat berpotensi runtuh/roboh akibat diguncang gempa susulan walaupun dengan kekuatan yang relatif kecil,” tuturnya.

Dia juga mengingatkan masyarakat Indonesia di Turki untuk tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. “Tetap ikuti arahan dari otoritas setempat.” [***]

Sumber: iNews

Berita Terkait

Google News