Bocah Berusia 12 Tahun Hilang Terseret Arus Sungai Palu

  • Whatsapp
Petugas dari Basarnas Palu, Polairud Polda Sulteng dan Dinas Damkar Kota Palu menyisir Sungai Palu dengan perahu karet di Kelurahan Besusu Barat, Kota Palu, untuk mencari salah satu korban yang hilang terseret arus sungai, Minggu (12/1/2020). [Ist]
Bagikan Artikel Ini
  • 218
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Seorang bocah bernama Mohammad Rezky (12) terseret arus dan hilang di Sungai Palu, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Minggu (12/1/2020).

Hilangnya bocah yang diketahui sekolah di Madrasah Tsanawiyah DDI Palu ini berawal saat ia dan dua orang rekannya yakni Ahmad Yani (15) dan Mohammad Yusuf (18), menjala ikan di Sungai Palu, tepatnya sekitar Jembatan III.

Baca Juga:

Namun entah bagaimana, saat dua rekannya sudah berhasil merapat ke tepian, korban Rezky terseret arus. Mereka memang mempunyai kebiasaan menjala ikan dengan posisi agak ke tengah yang dalamnya sekira dada hingga pinggul.

Mengetahui ada bocah yang hanyut, warga sekitar berupaya melakukan pencarian dengan membentangkan tali dari tepian barat ke tepian timur sungai. Lalu beberapa warga dibantu pelampung dari ban dalam mobil menyeberangi sungai sambil menjejak dasar sungai.

Advertisements

Namun pencarian yang dilakukan warga tersebut tidak membuahkan hasil.

Kepala Basarnas Palu, Basrano menyebutkan, mendapat laporan adanya orang hilang dan terseret arus sungai Palu sekira Pukul 08.46 Wita.

Advertisements

“Kami menerima laporan sekira Pukul 08.46 Wita, bahwa ada satu anak atas nama Ade Rizki terseret (arus sungai), tepatnya saat itu mereka bertiga sedang menjala ikan,” katanya di sela memimpin pencarian korban di tepi Sungai Palu, Kelurahan Besusu Barat Kecamatan Palu Barat, Minggu (12/1/2020)

Menurut Basrano, ketiga remaja rersebut sempat terseret arus arus sungai yang cukup deras dan dalam saat menyeberang ke tepi sungai usai menjala ikan.

Ia menjelaskan, dua anak yang bernama Ahmad Yani dan Muhammad Yusuf berhasil disampai ke tepi. Tapi Rizki tidak sampai ke tepian sungai dan hilang terseret arus sungai.

Basarnas Palu bersama Polairud Paolda Sulteng, Dinas Damkar Palu dan BPBD bahu membahu melakukan pencarian. Basarnas Palu akan memperpanjang proses pencarian hingga tujuh hari ke depan jika hingga hari ini korban belum ditemukan.

“Ini sebagai bentuk keseriusan kami, bahwa pemerintah selalu hadir dalam melayani dan membantu masyarakat yang membutuhkan,” katanya. [***]

Advertisements

Editor; Sutrisno/*

Iklan
loading...

Berita Terkait

Google News