BPPW Sulteng Sudah Bangun Puluhan Sekolah di Daerah Terpencil

Kepala BPPW Sulteng Ferdinand Kano Lo (kanan) didampingi Kasatker, Aksa dan Kepala Seksi Perencanaan, Eko, saat menggelar jumpa pers di Aula kantor BPPW Sulteng, di Palu, Jumat (20/12/2019). [Trisno/JN]
Bagikan Artikel Ini
  • 27
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Sulawesi Tengah (Sulteng) Ferdinand Kano Lo mengatakan, sepanjang tahun 2019 pihaknya telah melakukan pembangunan 50 sekolah di daerah terpencil, yang tersebar di beberapa kabupaten di Sulteng.

“Pembangunan sekolah-sekolah itu merupakan salah satu program pemerintah yang dilaksanakan BPPW Sulteng,” katanya kepada sejumlah wartawan di aula kantor BPPW Sulteng, di Palu, Jumat (20/12/2019).

Baca Juga

Kata Ferdinand, saat ini progres pembangunan sekolah-sekolah tersebut secara umum semuanya sudah hampir rampung mencapai 100 persen.

“Kalaupun masih ada beberapa sekolah yang belum rampung, dikarenakan proses distribusi material yang memang agak sulit sampai ke tempat sekolah yang dibangun,” kata Ferdinand yang didampingi Kepala Satuan Kerja Wilayah Aksa, dan Kepala Seksi Perencanaan, Eko.

Menurutnya, salah satu kendala pembangun sekolak-sekolah terpencil tersebut yakni akses jalan menuju lokasi sekolah-sekolah tersebut karena masih sulit dilalui kendaraan bermotor.

“Tapi semua kami upayakan bisa rampung tepat waktu,” ujarnya.

Loading…

Sementara itu Kasatker BPPW Sulteng, Aksa, mengatakan, sekolah-sekolah yang dibangun tersebut diantaranya 10 sekolah berada di wilayah Kabupaten Donggala, 16 di Kabupaten Parigi Moutong, 18 sekolah di Kabupaten Sigi, Kabupaten Buol dan Tolitoli sekitar 16 sekolah.

“Beberapa sekolah sudah ada yang rampung 100 persen, hanya beberapa yang sementara proses penyelesaian akhir, karena terhambat proses distribusi material bahan bangunan,” katanya.

Ia menyebutka, pembangunan sekolah-sekolah di daerah terpencil itu merupakan usulan pemerintah daerah kabupaten melalui dinas setempat.

“Sebagian sekolah itu dibangun berdasarkan usulan kepala sekolah, dan dinas pendidikan kabupaten masing-masing daerah. Kemudian kamiyang melaksanakan pembangunannya,” terang Aksa.

Sekolah yang dibangun di daerah terpencil itu bukan dalam bentuk rehab, tetapi dibangun utuh dari keseluruhan.

“Sekolah-sekolah yang dibangun di daerah terpencil itu juga tidak ada hubungannya dengan pasca kebencanaan yang terjadi di Sulteng. Itu murni program pemerintah,” jelasnya. [***]

Penulis; Sutrisno

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA