Buddha Tzu Chi Haramkan Huntap Bantuan Korban Bencana Diperjualbelikan

Sejumlah penerima bantuan Huntap Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengikuti sesi wawancara yang dilanjutkan pengundian lokasi huntap yang dihuni di gedung serba guna Lapangan Vatulemo Palu, Sabtu (11/1/2020). [Antara]
Bagikan Artikel Ini
  • 113
    Shares

Palu, JurnalNews.id – Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengharamkan hunian tetap (Huntap) untuk korban bencana tahun 2018 di Kelurahan Tondo dan Talise sebanyak 1.500 unit disewakan, apalagi dijual oleh para penerima bantuan.

“Makanya kami minta mereka menandatangani komitmen bersama untuk menghuni dan tidak memperjualbelikan huntap bantuan kami,” kata Penanggungjawab atau Person In Charge (PIC) Huntap Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk korban bencana di Kota Palu dan Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, Joe Riadi di sela-sela acara pengundian pemilihan lokasi huntap oleh para penerima bantuan di gedung serba guna Lapangan Vatulemo depan Kantor Wali Kota Palu, Sabtu (11/1/2020).

Baca Juga

Jika kedapatan, ia menyatakan Buddha Tzu Chi Indonesia berhak menarik bantuan tersebut karena melanggar komitmen yang telah dibuat dan ditandatangani bersama.

Mengingat, tujuan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia membangun 2.500 huntap yang tersebar di Kota Palu sebanyak 1.500 unit dan Kabupaten Sigi 1.000 unit agar para korban bencana yang kehilangan rumah saat bencana itu terjadi memiliki hunian baru yang dapat ditinggali, bukan malah disewakan apalagi dijual.

“Huntap dan sertifikat tanahnya itu akan jadi milik mereka sepenuhnya dan biaya yang kami keluarkan untuk membangun hunian-hunian tersebut tidak sedikit karena tujuan kami membantu agar mereka memperoleh tempat tinggal yang lebih layak, sehingga tidak boleh dijual,” jelasnya.

Ia mengupayakan dan optimis pembangunan 1.500 unit huntap di Kota Palu dapat selesai sebelum masuk bulan suci Ramadan sehingga para korban bencana dapat menjalani ibadah puasa dan merayakan hari raya Idul Fitri di hunian baru mereka.

Loading…

“Yang belum selesai dibangun sekarang itu fasos (fasilitas sosial) dan fasum (fasilitas umum) nya. Kalau fasos dan fasumnya sudah ada mereka sudah bisa tinggal di sana. Tidak mungkin mereka menghuni huntap sementara sarana air bersihnya di sana belum ada. Itu tanggungjawab pemerintah daerah dan Kementerian PUPR, ” terangnya.

Diundi
Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia telah mengundi bantuan sebanyak 577 hunian tetap (huntap) untuk korban bencana 2018 di gedung serba guna Lapangan Vatulemo, Palu, sejak Sabtu sampai Minggu (11-12/1/2020).

Pengundian dibagi dalam dua hari, hari pertama, Sabtu pengundian untuk sebanyak 250 huntap, kemudian Minggu (12/1/2020) dilanjutkan pengundian 327 huntap.

Sebelum mengundi bantuan tersebut, Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mewawancarai dan meminta kelengkapan administrasi dan komitmen penerima bantuan huntap tersebut agar tidak menyewakan apalagi menjual huntap yang mereka terima.

“Undian ini untuk menentukan mereka tinggal di huntap sebelah mana, blok apa dan nomor huntap berapa,” kata Joe Riadi.

Ia menyebut alasan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia mengundi lokasi huntap yang berada di Kelurahan Tondo dan Talise atau di belakang Universitas Tadulako tersebut untuk menghindari prasangka negatif para penerima bantuan terhadap yayasan itu.

“Kami tidak ingin mereka beranggapan para penerima huntap yang lain mendapat lokasi huntap di sana karena kedekatan dengan pihak Yayasan Buddha Tzu Chi atau bantuan orang dalam, sehingga kami memilih cara mengundi sehingga lokasi huntap yang mereka dapat sesuai dengan undian yang mereka ambil,” katanya. [***]

Sumber; Antara

loading...

Berita Terkait

REKOMENDASI UNTUK ANDA