Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo Terjaring OTT KPK

  • Whatsapp
Gedung KPK.
Bagikan Artikel Ini
  • 44
    Dibagikan

Jakarta, JurnalNews.idBupati Banggai Laut (Balut), Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) Wenny Bukamo, terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kamis (3/12/2020) siang.

Ketua KPK Firli Bahuri membenarkan penangkapan terhadap Bupati Banggai Laut Wenny Bukamo. “Betul tadi hari ini Kamis tanggal 3 Desember 2020 jam 13.00 WIB telah dilakukan tangkap tangan Bupati Banggai Laut,” kata Ketua KPK Firli Bahuri dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (3/12/2020).

Lihat Juga

Dikutip dari AntaraNews.com, Firli menyatakan tim penindakan KPK saat ini masih bekerja di lapangan terkait OTT terhadap Wenny tersebut.

“Kami masih menunggu hasil kerja rekan-rekan penindakan di lapangan. Berikan waktu untuk kawan-kawan saya bekerja dulu. Nanti pada saatnya akan diberikan penjelasan kepada publik,” ucap Firli.

KPK belum menjelaskan lebih lanjut terkait kasus apa sehingga Wenny ditangkap dan juga berapa orang yang turut ditangkap selain Wenny.

Sesuai KUHAP, KPK mempunyai waktu 1×24 jam untuk menentukan status dari pihak-pihak yang ditangkap tersebut.

Terpisah, Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron menyatakan belum bisa memberikan penjelasan terkait penangkapan Wenny Bukamo karena masih dilakukan pemeriksaan terhadap Calon Bupati Petahana di Pilkada Kabupaten Banggai Laut Tahun 2020.

“Benar kami tangkap. Kami belum dapat menjelaskan, pemeriksaan masih sedang kami lakukan, tunggu saja hasilnya,” ucap Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron dalam keterangannya seperti dilansir Antara.

Untuk diketahui, Wenny merupakan calon petahana yang maju kembali sebagai Bupati Banggai Laut dalam Pemilihan Kepala Daerah Pilkada 2020 berpasangan dengan Ridaya Laode Ngkowe.

Berdasarkan pengumuman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) pada situs https://elhkpn.kpk.go.id, Wenny terakhir melaporkan kekayaannya pada 3 Maret 2020 atas kekayaan yang diperolehnya selama tahun 2019 sebagai Bupati Banggai Laut.

Hartanya terdiri dari empat bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Kota Surabaya, Banggai, dan Banggai Laut. Selain itu, Wenny juga memiliki dua bidang tanah di Kota Surabaya dan Banggai.

Adapun total harta kekayaan Wenny dari tanah dan bangunan senilai Rp5.506.000.000.

Selanjutnya, Wenny juga memiliki harta berupa alat transportasi dan mesin senilai Rp29,5 juta terdiri dari satu unit mobil dan dua sepeda motor.

Kemudian, ia juga tercatat memiliki kas dan setara kas senilai Rp350 juta.

Wenny seharusnya memiliki total kekayaan Rp5.885.500.000. Namun, ia tercatat juga memiliki utang Rp450 juta sehingga total kekayaannya saat ini Rp5.435.500.000. [***]

Sumber: Antara

Berita Terkait

Google News